Gerakan Peduli Pendidikan Hadir di Baun, Sampah ditukar Buku Tulis

  • 31 Jul 2026 17:42 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan diwujudkan melalui gerakan kolaboratif "1 Pelajar 1 Buku Tulis" yang dipadukan dengan aksi "Tukar Sampah dengan Buku Tulis" di Pasar Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan yang digagas Pengelola Pasar Baun di bawah naungan GMIT Maranata Teunbaun bersama Karang Taruna Uim Nima Kelurahan Teunbaun ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Pendidikan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Tahun 2026.

Gerakan tersebut mengajak masyarakat menukarkan sampah dengan buku tulis sekaligus membuka donasi perlengkapan sekolah bagi anak-anak. Tak hanya menjadi aksi peduli pendidikan, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bernilai manfaat.

Pendeta GMIT Maranata Teunbaun, Pdt. Arni Nenobais Liu, S.Th., mengatakan Bulan Pendidikan GMIT mengingatkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah. "Gerakan 1 Pelajar 1 Buku Tulis mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, tetapi justru dari tindakan sederhana inilah anak-anak belajar arti kepedulian, berbagi, dan kasih kepada sesama. Ketika gereja, pemuda, sekolah, dan masyarakat berjalan bersama dalam semangat ini, kita sedang menghidupi hikmat Allah dalam keseharian serta menghadirkan kesaksian Kristus yang membawa harapan bagi generasi masa depan," ujarnya.

Foto bersama aksi "Tukar Sampah dengan Buku Tulis" di Pasar Baun, Kecamatan Amarasi Barat, Jumat, 31 Juli 2026.

Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Uim Nima Teunbaun, Alfes Lopo, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran karakter bagi generasi muda. Menurutnya, aksi ini tidak sekadar membagikan buku tulis, tetapi juga membangun kesadaran anak-anak untuk peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Ia meyakini kemajuan pendidikan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. “Gerakan ini bukan hanya tentang membagikan buku tulis, tetapi juga tentang membangun karakter anak-anak agar memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Kami percaya bahwa pendidikan yang berkualitas lahir dari kolaborasi semua pihak,” ukar Alfres.

Selain Karang Taruna dan Pengelola Pasar Baun, kegiatan ini didukung GMIT Maranata Teunbaun, SD Negeri Baun 1, SMP Negeri 2 Amarasi Barat, Pemerintah Kabupaten Kupang, para pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat yang ikut memberikan donasi buku tulis, alat tulis, perlengkapan sekolah, maupun bantuan dana. Ketua Pengelola Pasar Baun berharap pasar tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga berkembang sebagai ruang kolaborasi sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan.

Pelajar di Kecamatan Amarasi Barat.

Melalui semangat "Tukar Sampah dengan Buku Tulis", penyelenggara berharap gerakan ini dapat menjadi program berkelanjutan yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak di Kecamatan Amarasi Barat. Mengusung tema Bulan Pendidikan GMIT Tahun 2026, "Pendidikan yang Memerdekakan: Menghidupi Hikmat Allah dalam Keseharian," kegiatan ini menjadi bukti bahwa langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama mampu menghadirkan dampak besar bagi masa depan generasi muda. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....