BPMP NTT Ungkap Ciri Pendidikan Bermutu yang Berpihak pada Anak

  • 24 Jul 2026 08:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur menekankan pentingnya mewujudkan ekosistem sekolah yang benar-benar berpihak pada anak demi menjamin lahirnya layanan pendidikan yang bermutu di NTT. Hal tersebut disampaikan Kasubbag Umum BPMP Provinsi NTT, Isak Bana, S.Sos., M.A.P., saat menjadi narasumber dalam Obrolan Akamsi di Pro 4 RRI Kupang, Kamis, 23 Juli 2026.

Isak menyampaikan bahwa paradigma pendidikan saat ini telah bergeser. Kualitas sekolah tidak lagi diukur sekadar dari hafalan siswa atau nilai ujian akhir, melainkan dari sejauh mana sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

"Pendidikan yang berpihak pada anak menempatkan guru bukan lagi sebagai pusat informasi tunggal, melainkan sebagai fasilitator dan mediator. Guru bertugas menghubungkan dunia pemikiran serta pengalaman riil anak dengan kurikulum yang diajarkan," ujar Isak Bana.

Ia menjelaskan, salah satu ciri utama pendidikan yang berorientasi pada anak adalah diterapkannya konsep pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini berfokus pada tiga pilar utama:

  1. Meaningful (Bermakna): Pembelajaran bersifat kontekstual dan berkaitan erat dengan pengalaman hidup siswa sehari-hari.
  2. Mindful (Berkesadaran): Siswa diajak memahami tujuan serta kebutuhan belajarnya secara sadar.
  3. Joyful (Menyenangkan): Proses belajar dikemas secara gembira agar siswa termotivasi dan berani mengeksplorasi potensi diri tanpa takut salah.

Selain itu, sekolah yang bermutu juga wajib memberikan jaminan keamanan fisik maupun psikologis bagi peserta didik, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan ruang digital di sekolah. Terkait indikator kelayakan dan mutu sebuah satuan pendidikan, BPMP NTT menjelaskan bahwa tolok ukurnya kini dapat dilihat secara transparan melalui Rapor Pendidikan, yang bersumber dari hasil Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Terdapat tiga aspek kunci yang menjadi ukuran utama mutu pendidikan di Rapor Pendidikan:

  • Literasi: Kemampuan bernalar dan memahami informasi secara kritis.
  • Numerasi: Kemampuan mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan nyata.
  • Karakter: Pembentukan nilai-nilai moral, keimanan, dan etika peserta didik.

"Hasil dari Rapor Pendidikan ini menjadi potret kinerja sekolah dan pemerintah daerah dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Daerah atau sekolah yang mencapai skor 70 hingga 95 masuk dalam kategori Tuntas Pratama," ucap Isak.

Ia menambahkan, perbaikan mutu pendidikan memerlukan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, komite sekolah, hingga peran aktif orang tua di rumah. "Sekolah yang baik bukan yang sekadar mengejar peringkat, melainkan yang mampu memastikan setiap anak merasa gembira saat belajar dan bertumbuh karakternya secara berkelanjutan," ujarnya. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....