Seni Ukir Daun Buka Peluang Ekonomi Kreatif di NTT

  • 23 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang — Dedaunan kering yang kerap dianggap sampah ternyata dapat disulap menjadi produk seni bernilai ekonomi tinggi. Hal tersebut dibuktikan oleh Saka Putra Duka, seorang perajin dan seniman asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui usaha seni ukir daun yang ditekuninya sejak 2024, Saka berhasil mengubah daun jati, nangka, dan waru menjadi lukisan sketsa wajah. Karya seni tersebut dijual lengkap dengan bingkai seharga Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per unit.

Saka menjelaskan, ide memanfaatkan media daun bermula dari kegemarannya menggambar sejak kecil. Ia kemudian melakukan eksperimen otodidak selama satu tahun untuk menemukan teknik pengawetan dan pengukiran daun yang tepat.

"Daun yang sudah dipilih dipres dalam buku tebal selama dua minggu agar kering merata. Setelah itu, baru dibuat pola sketsa dan diukir menggunakan pisau khusus," kata Saka saat menjadi narasumber dalam program Teras UMKM di RRI Pro 4 Kupang, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Saka, produk kerajinan berbasis bahan alam memiliki peluang pasar yang sangat besar di NTT. Hal ini sejalan dengan status NTT sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Ia menilai, karya seni ukir daun sangat potensial untuk dijadikan souvenir atau oleh-oleh khas bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Flores dan Timor. "Peluangnya besar sekali karena NTT daerah wisata. Produk ini bisa jadi oleh-oleh khas yang unik untuk dibawa pulang wisatawan," ujarnya.

Saat ini, pemasaran karya seni daun milik Saka dilakukan secara daring melalui media sosial Facebook dan TikTok. Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Alor, tetapi juga telah merambah hingga Kota Kupang dan daerah sekitarnya. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....