Persetujuan Petani Dasar Pendampingan Program Cetak Sawah di Kabupaten Kupang

  • 16 Jul 2026 12:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Sarlinje Lado, menegaskan bahwa pelaksanaan program cetak sawah diawali dengan persetujuan petani serta didukung pendampingan penyuluh pertanian agar seluruh tahapan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Yang jelas dalam persiapan lahan, kami mesti meminta persetujuan petani. Tidak mungkin kami menjalankan program yang sasarannya untuk petani tanpa melibatkan petani, terutama terkait lahan yang akan dipakai atau dicetak," kata Sarlinje Lado di Pro1 RRI Kupang, Selasa 14 Juli 2026.

Menurutnya, selain memastikan keterlibatan petani sejak tahap awal, pemerintah juga memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani. Pendampingan tersebut meliputi pemilihan varietas padi yang sesuai dengan kondisi lahan, teknik seleksi benih sebelum ditanam, hingga cara mengolah tanah agar tingkat kesuburannya meningkat.

"Petani juga membutuhkan modal dan pendampingan teknis. Untuk itu, kami memiliki penyuluh pertanian yang merupakan ujung tombak di lapangan dan itu menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi mereka," ujarnya.

Sarlinje menjelaskan, di Kelompok Tani Sulamanda telah tersedia penyuluh pertanian beserta koordinator yang aktif mendampingi kegiatan petani. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan kelompok, mulai dari persiapan lahan hingga proses budidaya.

"Saya sudah berdiskusi dengan Ketua Kelompok Tani dan memang ada penyuluh yang bertugas di sana serta koordinator yang sangat aktif. Pendampingan sesuai kebutuhan yang diminta Kelompok Tani Sulamanda akan dilayani melalui para penyuluh tersebut," tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) guna meningkatkan kapasitas petani. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan tentang kesuburan tanah, kandungan unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta penggunaan pupuk bersubsidi yang seluruh prosesnya akan didampingi oleh penyuluh pertanian di masing-masing kelompok tani. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....