Kemendikdasmen-BPOM Bangun Budaya Pangan Aman Sekolah
- 30 Jun 2026 22:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah memperkuat pembudayaan hidup sehat di lingkungan pendidikan melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berfokus pada edukasi keamanan pangan bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Kerja sama ini melahirkan sejumlah program nasional, yakni Program Sadar Pangan Aman (SAPA) Sekolah Berbasis Budaya, Gerakan 1.000 Kader Edukasi Pangan Aman Menggunakan Bahasa Daerah, serta peluncuran tiga pedoman keamanan pangan yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa pendidikan tentang pangan aman merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Menurutnya, tantangan saat ini adalah masih banyak anak yang memilih makanan berdasarkan selera tanpa memahami kandungan gizi maupun aspek keamanannya. Karena itu, sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membiasakan peserta didik membaca komposisi bahan, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, hingga memahami nilai gizi sebelum mengonsumsi suatu produk.
"Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi gerakan bersama untuk membangun budaya hidup sehat dan sikap kritis anak dalam memilih pangan," ujar Abdul Mu'ti.
Ia menambahkan, sinergi dengan BPOM sejalan dengan berbagai program prioritas Kemendikdasmen, seperti Program Sekolah Sehat, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman, hingga implementasi Program Makan Bergizi Gratis.
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, mengatakan edukasi keamanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena keterbatasan jangkauan BPOM.
Dari sekitar 260 ribu sekolah di Indonesia, kata Taruna, BPOM baru mampu menjangkau sekitar 60 ribu sekolah secara langsung. Oleh sebab itu, keterlibatan Kemendikdasmen dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi keamanan pangan kepada jutaan peserta didik.
"Pendidikan mengenai budaya makan sehat dan bergizi wajib diajarkan sejak awal agar kesadaran tentang keamanan pangan tumbuh sejak usia sekolah," katanya.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan Fadli Zon yang mendorong pendekatan berbasis budaya dalam menyampaikan edukasi pangan aman. Penggunaan bahasa daerah, seni pertunjukan, dan cerita rakyat dinilai mampu membuat pesan kesehatan lebih mudah dipahami masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat pembentukan kebiasaan hidup sehat. Budaya memilih pangan yang aman dan bergizi diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....