MUI NTT Ajak Umat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Hijrah dan Introspeksi
- 15 Jun 2026 14:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Umat Islam di Indonesia akan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada Selasa, 16 Juni 2026. Momentum pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi menjadi ajang refleksi dan perbaikan diri bagi setiap Muslim.
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. H. Husen Anwar, menegaskan bahwa Tahun Baru Islam memiliki makna mendalam karena berkaitan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SWT dari Makkah ke Madinah. "Penetapan kalender Hijriah merupakan bentuk penghormatan terhadap peristiwa hijrah Rasulullah yang menjadi tonggak penting perkembangan dakwah Islam. Karena itu, 1 Muharram bukan hanya pergantian angka tahun, tetapi momentum untuk melakukan refleksi diri dan evaluasi kehidupan," ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.
Menurut Husen Anwar, semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SWT relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Umat Islam diajak meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
"Tahun baru Islam adalah tahun refleksi, tahun evaluasi, dan tahun perjalanan hijrah. Mari kita berubah dari hal-hal yang kurang baik menjadi lebih baik, memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat," katanya.
Ia juga mengajak seluruh umat Islam untuk menjaga persatuan dan kerukunan demi terciptanya kehidupan yang damai di Indonesia. "Kita berharap seluruh masyarakat dapat hidup rukun dan damai di atas bumi Nusantara ini. Semangat hijrah harus membawa kita pada kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan," katanya.
Meski tidak menggelar agenda khusus dalam menyambut 1 Muharram, MUI NTT mendorong umat Islam untuk memperbanyak doa, zikir, istigfar, dan taubat, baik secara pribadi maupun bersama-sama di masjid dan lingkungan masing-masing. "Momentum tahun baru ini hendaknya dimanfaatkan untuk menyadari bahwa manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, mari kita perbanyak doa dan taubat sebagai bentuk ikhtiar memperbaiki diri," ujarnya.
Sementara itu, Fitri Balido, warga Kupang, menyampaikan harapannya agar Tahun Baru Islam menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Jangan lupa memperbanyak ibadah, menjaga salat, berbuat baik kepada sesama, dan bagi yang mampu bisa menjalankan puasa sunnah sebagai bentuk syukur menyambut tahun baru Hijriah," katanya, mengakhiri.
Pergantian tahun Hijriah diharapkan menjadi titik awal bagi umat Islam untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....