Penguatan Kapasitas KENCANA Diperluas ke Tiga Kecamatan di Manggarai Barat
- 11 Jun 2026 08:25 WIB
- Kupang
RRI. CO. ID, Kupang - Sebanyak tiga kecamatan, yakni Kecamatan Komodo, Boleng, dan Mbeliling, mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Labuan Bajo. Gerakan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kementerian Dalam Negeri dan Program SIAP SIAGA ini dimaksudkan untuk meningkatan kapasitas menghadapi berbagai ancaman bencana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Fransiskus Sales Sodo saat membuka kegiatan menegaskan bahwa ketangguhan daerah harus dibangun dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Menurut Fransiskus, pertumbuhan Manggarai Barat sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas menghadapi berbagai ancaman bencana.
"Melalui KENCANA, kita ingin mengubah cara pandang terhadap bencana. Jangan menunggu bencana terjadi baru bergerak, tetapi memperkuat pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sejak sekarang," katanya.
Selama dua hari kegiatan, anggota Satuan Tugas KENCANA dari tiga kecamatan mendapatkan pendampingan untuk melakukan registrasi serentak pada sistem KENCANA. Kegiatan dilanjutkan dengan membentuk dan memperkuat kelembagaan SATGAS KENCANA tingkat kecamatan, serta menyusun Rencana Kerja Kolaboratif sebagai panduan aksi kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.
Area Manager Program SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, mengatakan bahwa penguatan kecamatan merupakan salah satu strategi untuk mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Bencana hingga benar-benar dirasakan masyarakat.
"Bagi pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten, tangan yang menjangkau langsung masyarakat adalah kecamatan. Ketika camat aktif, pelayanan kebencanaan bisa hadir lebih cepat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Silvia.
Ia mencontohkan pengalaman di Kabupaten Kupang ketika terjadi bencana yang memaksa warga mengungsi ke desa lain. Dalam situasi tersebut, camat berperan aktif memfasilitasi kerja sama antar-desa, termasuk menggerakkan sumber daya lokal untuk mendukung evakuasi dan kebutuhan para penyintas.
Menurut Silvia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kecamatan dapat menjadi simpul penting dalam menghadirkan layanan kebencanaan yang cepat dan efektif, terutama di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan Penguatan Kapasitas KENCANA di Manggarai Barat merupakan kolaborasi antara Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT dan Program SIAP SIAGA, dengan harapan dapat menjadi model penguatan peran kecamatan dalam penanggulangan bencana, khususnya di kawasan strategis pariwisata nasional. “Kerjasama antar daerah dan Kerjasama dengan mitra adalah merupakan bentuk kolaborasi yang baik dalam penanggulangan bencana dan mendukung peran kecamatan dalam mengimplementasikan program kecamatan Tangguh bencana,” kata Kabag Kerjasama pada Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Adhitya Perdana Arka, S.STP, MM.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemakaian rompi dan penyematan pin Gerakan KENCANA kepada Sekda Manggarai Barat oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Evan Fardianto, ST., M.A.B. Juga pemaikaian rompi dan penyematan pin dari Sekda kepada kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai Barat dan para camat dari tiga kecamatan lokasi uji coba sebagai penggerak utama penguatan ketangguhan wilayah. (RLS - MVM/ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....