MBG dan Pesan Persaudaraan dari Eurico
- 06 Jun 2026 14:30 WIB
- Kupang
Poin Utama
- FKPTT mendukung pengusutan dugaan penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis sesuai fakta hukum.
- Pesan utama yang disampaikan adalah menjaga persatuan masyarakat sambil mengawal transparansi program pemerintah.
RRI.CO.ID,Kupang – Polemik dugaan monopoli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur tidak hanya memunculkan perdebatan soal tata kelola program, tetapi juga menyentuh sensitivitas sosial di tengah masyarakat.
Di tengah sorotan tersebut, Ketua Umum Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT), Eurico Guterres, menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya persaudaraan, keadilan, dan kehati-hatian dalam menyikapi setiap tuduhan yang beredar di ruang publik.

Menurut Eurico, tudingan yang mengaitkan dugaan monopoli MBG dengan kelompok eks Timor-Timur berpotensi menimbulkan stigma terhadap ribuan warga yang selama ini hidup berdampingan dan berjuang membangun masa depan mereka di Nusa Tenggara Timur.
Ia menegaskan bahwa jika memang terdapat dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah, maka proses penegakan hukum harus berjalan secara objektif dengan menyebut pihak yang bertanggung jawab secara jelas, bukan dengan mengaitkannya kepada kelompok masyarakat tertentu.
"Bila ada yang salah, tunjukkan siapa orangnya. Jangan sampai seluruh komunitas ikut menanggung akibat dari tuduhan yang tidak jelas," ujarnya saat ditemui di Sekretariat DPP FKPTT, Kupang, Jumat, 5 Juni 2026.
Bagi Eurico, transparansi dan akuntabilitas merupakan bagian penting dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan. Karena itu, ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya aparat penegak hukum maupun pemerintah untuk mengusut setiap dugaan penyimpangan yang terjadi.
Namun di saat yang sama, ia mengingatkan bahwa semangat persatuan dan persaudaraan yang telah terbangun di NTT selama bertahun-tahun tidak boleh rusak akibat tuduhan yang belum terbukti.
Pernyataan tersebut juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang warga eks Timor-Timur yang hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Di tengah perjuangan itu, mereka berharap dapat diperlakukan secara adil sebagai bagian dari masyarakat NTT.
Melalui sikap terbukanya, Eurico mengajak semua pihak untuk mengedepankan fakta dibanding prasangka, serta menjadikan polemik yang berkembang sebagai momentum memperkuat pengawasan program tanpa menimbulkan perpecahan sosial.
"Yang terpenting adalah program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi sasaran utama. Mari kita jaga persaudaraan dan sama-sama mengawal agar program berjalan dengan baik," katanya, mengakhiri. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....