Kemajemukan Indonesia Jadi Kekayaan Bangsa yang Harus Dijaga

  • 03 Jun 2026 07:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Kemajemukan masyarakat Indonesia menjadi kekayaan bangsa yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya, kerukunan menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan nasional.

Penyuluh Agama Hindu, Pancami Samosir saat siaran di RRI Kupang, Rabu, 3 Juni 2026 mengungkapkan meski keberagaman berpotensi menimbulkan gesekan antarumat beragama, dampak yang ditimbulkan sangat bergantung pada tingkat kesadaran masyarakat dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai toleransi.

“Secara historis, Indonesia memiliki banyak contoh kerukunan antarumat beragama. Salah satunya terlihat pada masa lampau ketika ajaran Hindu dan Buddha berkembang berdampingan dan melahirkan konsep sinkretisme yang dikenal sebagai Siwa Buddha di Jawa Timur,” katanya.

Nilai persatuan tersebut juga tercermin dalam karya sastra kuno Lontar Sutasoma yang ditulis Empu Tantular. Dari karya inilah lahir semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang menegaskan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk hidup dalam kebersamaan.

“Dalam kehidupan sosial, kerukunan diwujudkan melalui sikap saling membantu dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama, yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Semangat hidup berdampingan menjadi modal utama dalam membangun masyarakat yang harmonis,” ujar Pancami.

Lebih lanjut, Ia mengatakan ajaran Hindu melalui konsep Tattwam Asi mengajarkan bahwa setiap manusia pada hakikatnya bersaudara. Filosofi ini mengandung makna bahwa menyakiti orang lain sama dengan menyakiti diri sendiri, sementara menolong sesama berarti turut menolong diri sendiri.

“Nilai Tattwam Asi juga mengajak setiap orang untuk mengembangkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun latar belakang. Dengan memahami perasaan orang lain, seseorang akan lebih mudah membangun hubungan yang penuh kasih dan saling menghormati,” ucapnya.

Melalui pengamalan ajaran Tattwam Asi serta nilai-nilai toleransi yang diwariskan para leluhur, kerukunan antarumat beragama di Indonesia dapat terus terjaga. Sikap saling mengasihi, menghormati, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan menjadi landasan penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....