Meilsi Mansula Mengelola Sampah Menjadi Berkah Bagi Warga

  • 22 Feb 2026 13:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Direktur Bank Sampah Mutiara Timur Meilsi Mansula, ST., M.UEP menjelaskan sejarah berdirinya lembaga pengelola limbah tersebut pada awal masa pandemi Covid-19. Beliau mengungkapkan bahwa semangat mengelola sampah justru lahir saat kondisi ekonomi sedang mengalami masa sulit di seluruh wilayah Kota Kupang.

Fokus utama dari Bank Sampah Mutiara Timur adalah memberikan edukasi mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai tata cara pemilahan sampah. Perubahan budaya dari pola kumpul-buang menjadi pola kumpul-pilah-tabung merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh para penggiat lingkungan di daerah.

Pengolahan sampah organik melalui proses komposter selama satu hingga tiga bulan mampu menghasilkan pupuk yang sangat bermanfaat untuk tanaman sayuran. Masyarakat yang mempraktikkan pengolahan limbah organik secara mandiri dapat menghemat pengeluaran belanja sayur hingga tiga ratus ribu rupiah setiap bulan.

Dengarkan Juga : Sampah Jadi Berkat

Sampah anorganik yang dapat didaur ulang ternyata jauh lebih diminati oleh masyarakat karena memiliki nilai rupiah yang bisa didapatkan secara langsung. Keuntungan finansial dari penjualan sampah anorganik tersebut memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi kesejahteraan ekonomi keluarga di tingkat rumah tangga.

Nasabah bank sampah akan mendapatkan buku tabungan atau invoice yang mencatat detail tanggal penyetoran beserta jenis sampah yang telah disetorkan. Sistem tabungan sampah ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih disiplin dalam mengelola limbah rumah tangga mereka secara rutin dan teratur.

Dampak ekonomi dari hasil memilah sampah sangat luar biasa karena beberapa warga bahkan mampu membayar cicilan motor menggunakan uang tabungan sampah tersebut. Fakta ini membuktikan bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah kotor melainkan aset berharga yang dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.

Bank Sampah Mutiara Timur saat ini memfokuskan kegiatannya pada penanganan sampah plastik karena jumlah pengepul plastik di Kota Kupang masih sangat sedikit. Penanganan plastik membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak serta lahan yang luas untuk proses pemilahan jenis plastik secara detail sebelum dikirimkan.

Berbagai jenis plastik seperti kantong kresek maupun selang air hingga bodi produk elektronik diterima oleh bank sampah untuk diproses lebih lanjut lagi. Hasil olahan sampah plastik tersebut akan dikirimkan ke pabrik besar di Jawa Timur untuk diubah menjadi produk baru yang jauh lebih bernilai. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....