Peserta Upacara Hari Lahir Pancasila di Ende Wajib Kenakan Pakaian Adat

  • 30 Mei 2026 16:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kabupaten Ende tahun ini akan berlangsung dengan nuansa budaya yang kuat. Pemerintah Provinsi NTT mewajibkan seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat nusantara, khususnya tenun ikat khas NTT, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan dan keberagaman budaya Indonesia.

Kebijakan tersebut berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), instansi vertikal, TNI-Polri, pelajar, hingga masyarakat yang hadir mengikuti upacara puncak pada 1 Juni 2026. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi NTT, Noldi Hosea Pellokila mengatakan, penggunaan pakaian adat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Ende sebagai kota sejarah lahirnya gagasan Pancasila.

“Pada puncak upacara Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni nanti, seluruh peserta upacara, instansi, hingga masyarakat yang hadir menyaksikan, semuanya diwajibkan menggunakan pakaian adat,” ujar Noldi kepada RRI Kupang, Jumat, 29 Mei 2026. Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende tidak hanya menonjolkan aspek seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Usai pelaksanaan upacara, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan tarian Gawi massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Selain itu, sejumlah hiburan musik rakyat turut disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut.

“Setelah upacara selesai, kemeriahan akan langsung dilanjutkan dengan tarian Gawi massal dan berbagai hiburan musik rakyat,” katanya, menambahkan. Pemprov NTT berharap perpaduan antara upacara kenegaraan dan ekspresi budaya lokal dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai budaya bangsa sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penggunaan tenun ikat dan pakaian adat nusantara, peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende diharapkan menjadi simbol kuat bahwa keberagaman budaya merupakan fondasi utama persatuan Indonesia. (DB)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....