UNICEF Dorong Literasi Anak Melalui Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Sumba

  • 25 Mei 2026 11:11 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Perwakilan UNICEF NTT, Robertus Raga DJone Senin, 18 Mei 2026 lalu menyatakan komitmen UNICEF dalam mendukung pemenuhan hak-hak dasar anak, khususnya di bidang pendidikan. Momentum perayaan HUT ke-76 PGRI IGTKI dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi antara UNICEF, IGTKI, dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dalam meningkatkan layanan pendidikan anak usia dini.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan IGTKI dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur itu juga menjadi ajang promosi layanan anak yang holistik dan integratif. UNICEF menilai pendekatan tersebut penting agar anak-anak memperoleh hak pendidikan yang berkualitas sejak usia dini, sekaligus mendapat perlindungan dan dukungan tumbuh kembang secara menyeluruh.

Dalam kegiatan tersebut, UNICEF turut mempromosikan pentingnya menumbuhkan minat literasi sejak anak usia dini. Upaya itu dilakukan melalui pemanfaatan buku cerita lokal dan tematik berbasis budaya daerah yang menggunakan bahasa Indonesia serta beberapa bahasa lokal di wilayah Sumba.

Buku-buku tersebut disusun langsung oleh guru-guru PAUD dan guru SD kelas awal, kemudian dipublikasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi. Karya para guru itu menjadi contoh praktik baik yang diharapkan dapat menginspirasi tenaga pendidik lainnya dalam mengembangkan bahan ajar kontekstual.

UNICEF juga membagikan pengalaman para guru dalam proses penyusunan buku cerita lokal tersebut. Cerita yang mengangkat budaya dan kehidupan masyarakat setempat diyakini mampu membuat anak lebih dekat dengan bahan bacaan sehingga minat literasi dapat tumbuh secara alami sejak dini.

Selain memperkuat budaya literasi, penggunaan bahasa daerah seperti Bahasa Kodi, Bahasa Loura, dan Bahasa Wewewa dinilai penting dalam menjaga identitas budaya lokal. UNICEF menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pendekatan berbasis budaya dan bahasa lokal sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar anak di NTT. (Jl)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....