Mutiara Pagi: Bersaksi di tengah Tantangan
- 19 Mei 2026 09:55 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Kesaksian hidup yang sederhana namun tulus dinilai mampu menjadi terang dan membawa pengaruh positif bagi banyak orang di tengah berbagai tantangan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kupang, Senin (11/5/2026), melalui tema “Bersaksi di Tengah Tantangan” yang mengajak umat Kristiani tetap setia mempertahankan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam permenungan itu, narasumber Marselinus Elias Seso, S.Fil - Penyuluh Agama Katolik pada Kantor Wilayah Kementrian Agama Prov. NTT menjelaskan bahwa tantangan merupakan bagian dari perjalanan iman setiap pengikut Kristus. Mengacu pada Injil Yohanes 15:26 hingga 16:4, ia mengatakan Yesus telah mengingatkan para murid bahwa mereka akan menghadapi penolakan dan kesulitan, namun tidak berjalan sendiri karena Roh Kudus hadir sebagai penolong dan penguat.
Marselinus menuturkan bahwa kesaksian iman bukan sekadar melalui kata-kata besar, melainkan diwujudkan lewat keberanian hidup dalam kebenaran, kesetiaan dalam pelayanan, serta sikap penuh kasih kepada sesama. Ia menegaskan Roh Kudus bekerja dalam diri orang percaya sehingga mampu bertahan dan tetap menjadi saksi Kristus di tengah tekanan dunia.
Dalam renungannya, ia juga membagikan kisah inspiratif seorang pemuda Katolik bernama Andreas yang bekerja di lingkungan penuh gosip dan ketidakjujuran. Andreas tetap memilih hidup jujur, tidak menyebarkan fitnah, dan memperlakukan orang lain dengan baik meski sering dianggap berbeda dan terlalu rohani oleh rekan-rekannya. Namun sikap hidup sederhana itu justru menyentuh hati salah satu rekan kerja yang sedang menghadapi masalah hidup.
| Baca juga: Mutiara Pagi Islam: Keimanan saat Berkurban |
Menurut Marselinus, kisah Andreas menunjukkan bahwa kesaksian hidup yang nyata sering kali lebih kuat daripada banyak nasihat ataupun kata-kata panjang. Ia mencontohkan bagaimana kesetiaan hidup dalam nilai-nilai Kristiani dapat menjadi jalan bagi Tuhan untuk menyentuh hati orang lain. Karena itu, umat diajak menghadirkan kasih melalui tindakan sederhana seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian, dan menjaga tutur kata dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan bahwa menjadi murid Kristus tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk ejekan, tekanan lingkungan, maupun rasa takut mempertahankan iman. Namun menurutnya, kesulitan bukan tanda Tuhan meninggalkan umat-Nya, melainkan kesempatan untuk bertumbuh dalam kesetiaan dan pengharapan kepada Tuhan.
Pada akhir permenungan, Marselinus mengajak umat Kristiani untuk terus menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, gereja, tempat kerja, sekolah, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa ketika hidup dipimpin oleh Roh Kudus, maka setiap orang dapat menjadi terang dan membawa damai serta pengharapan bagi sesama melalui kesaksian hidup yang sederhana namun tulus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....