Potensi Tambak Garam Hanggaroru di Sumba Timur Butuh Dukungan Infrastruktur

  • 18 Mei 2026 09:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Tambak garam Hanggaroru di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur. Namun, pengelolaannya hingga kini masih dilakukan secara tradisional oleh kelompok swasta lokal dengan mengandalkan modal pribadi.

Fasilitator Tambak Garam Perintis Hanggaroru, Marthen Radja Dida dalam Wawancara Kupang Pagi Ini, Jumat, 15 Mei 2026 mengatakan keterbatasan sarana produksi menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha garam premium tersebut. “Potensinya kalau garam sebenarnya cukup besar tapi dalam sistem pengelolaannya ya masih skala tradisional sejak untuk kebutuhan skala lokal saat ini karena memang di wilayahnya kami sekarang kami terkendalanya dengan alat-alat untuk ini ditambaknya itu,” ujar Marthen.

Menurutnya, minimnya alat modern seperti terpal geomembran membuat kapasitas produksi belum dapat dimaksimalkan, meski permintaan pasar terus meningkat. Ia menjelaskan, luas lahan produktif yang saat ini dikelola baru mencapai sekitar 150 meter persegi akibat keterbatasan fasilitas kerja.

Meski demikian, hasil panen dalam satu musim mampu mencapai sekitar 120 ton garam berkualitas premium. Produksi garam kristal putih beryodium alami itu tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi juga dipasarkan hingga ke wilayah Waingapu dan sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Sumba Timur.

Tingginya permintaan konsumen membuat para pekerja kerap kewalahan menjaga ketersediaan stok barang. Marthen menambahkan, pihak pengelola telah mengajukan proposal bantuan kepada dinas terkait dan pemerintah daerah guna mendukung pengembangan tambak garam tersebut.

Bantuan yang diharapkan meliputi mesin penyedot air laut dan geomembran untuk meningkatkan kualitas serta volume produksi. Selain berkontribusi pada sektor ekonomi lokal, keberadaan tambak garam Hanggaroru juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar pesisir.

Bahkan, sejumlah pelajar tingkat menengah turut membantu proses pengangkutan hasil panen dengan sistem upah harian per karung. Ke depan, garam premium Hanggaroru akan dipromosikan lebih luas melalui media sosial dan jaringan toko modern.

Marthen berharap adanya sin ergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat untuk mengembangkan potensi kelautan yang melimpah di wilayah NTT. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....