Implementasi Tat Twam Asi Wujud Kepedulian Antar Sesama
- 13 Mei 2026 04:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Pancami T.S Samosir mengajak umat Hindu untuk mengimplementasikan ajaran Tat Twam Asi dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran tersebut dinilai penting diwujudkan melalui tindakan nyata berupa kepedulian dan bantuan kepada sesama, khususnya bagi korban musibah dan bencana alam.
“Dalam pandangan agama Hindu, melayani orang lain adalah sama nilainya dengan memuja Tuhan. Mengimplementasikan ajaran Tat Twam Asi dalam kehidupan dapat diwujudkan dengan memberikan bantuan-bantuan, baik yang bersifat material maupun spiritual,” ujar Pancami dalam siaran Murtiara Pagi di Pro1 RRI Kupang, Rabu 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, ajaran Tat Twam Asi menekankan pentingnya rasa saling mengasihi dan menghormati sesama manusia tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, nilai tersebut harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata yang dilakukan dengan tulus dan tanpa mengharapkan balasan.
Pancami mengatakan, masyarakat hendaknya mampu membantu orang lain yang sedang mengalami penderitaan dengan tenaga, pikiran, materi, bahkan pengorbanan jiwa dan raga. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat rasa kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, aktualisasi ajaran Tat Twam Asi juga diterapkan melalui konsep Tri Kaya Parisudha yang mengajarkan kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Nilai itu dinilai relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika masyarakat dihadapkan pada kondisi sosial maupun bencana alam yang membutuhkan kepedulian bersama.
“Cintailah sesama manusia seperti engkau mencintai dirimu sendiri, perlakukanlah kepadanya seperti yang engkau inginkan untuk dirimu sendiri. Tat Twam Asi yang terimplementasikan dalam suasana saling kasih mengasihi bukanlah untuk meminta atau mengharapkan sesuatu sebagai balasannya,” katanya.
Ia menambahkan, hakikat keberadaan manusia adalah hidup berdampingan dengan saling menghormati dan saling membantu. Dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih utama dari hidup, sehingga setiap orang hendaknya senantiasa menunjukkan cinta kasih kepada sesama sebagaimana mencintai dirinya sendiri. (ST)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....