Bupati Kupang Serahkan Bantuan Rumput Laut, Dorong Ekonomi dan Hilirisasi
- 11 Mei 2026 15:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Bupati Kupang Yosef Lede kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Kupang pada Sabtu, 9 Mei 2026 menyerahkan bantuan sarana dan prasarana budidaya rumput laut kepada kelompok masyarakat di Kecamatan Sulamu sebagai bagian dari dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi angin segar bagi para petani rumput laut di wilayah pesisir Sulamu yang selama ini berharap adanya dukungan nyata untuk meningkatkan hasil produksi dan taraf hidup masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terealisasinya bantuan yang telah lama diperjuangkan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh bantuan tersebut bukan proses yang mudah, melainkan hasil perjuangan panjang Pemerintah Kabupaten Kupang melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. “Bantuan ini bukan datang begitu saja, melainkan buah dari pergumulan, permohonan, dan doa masyarakat. Pemerintah berjuang, tetapi Tuhanlah yang memberikan hasilnya. Kita sepakat, semua yang kita terima ini adalah berkat dan karunia Tuhan,” ungkap Yosef Lede di hadapan masyarakat Sulamu.
Menurutnya, perhatian besar Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Kupang juga tercermin melalui berbagai program nasional yang kini mulai dirasakan masyarakat, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Tak hanya menyerahkan bantuan, Bupati Kupang juga memberikan peringatan tegas kepada para penerima bantuan agar seluruh sarana budidaya, termasuk pelampung dan alat produksi, digunakan secara bertanggung jawab dan tidak disalahgunakan.
Ia menekankan larangan penggunaan alat yang merusak lingkungan maupun praktik budidaya yang mengganggu ekosistem laut dan jalur pelayaran nelayan. “Jangan lagi ada yang pakai cara atau alat yang merusak lingkungan. Kalau masih ada, kami akan tindak tegas. Begitu juga, jangan sampai ada yang menjual bantuan ini. Saya sudah berpesan kepada pihak kepolisian dan jajaran terkait, jika ada yang ketahuan menjual bantuan dari pemerintah, kami akan proses hukum sekeras-kerasnya. Bantuan ini tidak mudah didapat, butuh perjuangan bertahun-tahun,” katanya.
Untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal, Yosef Lede meminta keterlibatan aktif camat, kepolisian, anggota DPRD, hingga tokoh masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budidaya rumput laut yang aman dan berkelanjutan. Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Kupang juga menargetkan pengembangan industri hilirisasi rumput laut agar hasil panen masyarakat tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.
Pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan investor guna membangun industri pengolahan rumput laut yang mampu meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan pengembangan lahan budidaya seluas 1.000 hektar kepada pemerintah pusat untuk memperluas potensi usaha rumput laut di wilayah-wilayah potensial lainnya.
“Kami juga sedang berjuang agar harga jual rumput laut dapat diatur dan dievaluasi bersama Pemerintah Provinsi, sehingga kesejahteraan petani terjamin. Jika bibit atau sarana kurang memadai, sampaikan kepada kami. Jika APBN belum bisa mencukupi, kami akan upayakan bantuan stimulan dari APBD,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Kupang, pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, pimpinan Bank NTT Cabang Oelamasi, Camat dan Lurah Sulamu, serta Kapolsek Sulamu. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....