Sumba Barat Bangun Pemerintahan Partisipatif lewat Forum Masyarakat Bercerita
- 09 Mei 2026 15:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Kabupaten Sumba Barat memperkenalkan inovasi baru dalam sistem pelayanan publik melalui program yang dinamakan Pemerintah Mendengar Masyarakat Bercerita.
Program ini merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi untuk memperpendek jarak antara pemimpin dan rakyatnya. Melalui wadah ini, aspirasi warga dapat tersampaikan secara langsung kepada bupati maupun wakil bupati.
| Baca juga: Sumba Barat Gelar Konser Doa Satu Juta |
Kegiatan ini dirancang dengan konsep yang tidak formal atau santai, seperti acara coffee morning di ruang terbuka hijau. Lokasi yang dipilih adalah taman kota atau area di sekitar kantor bupati agar suasana komunikasi terasa lebih hangat. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan tidak merasa sungkan untuk menyampaikan keluhan maupun saran pembangunan.
Kepala Bapperida Sumba Barat, Charles Hermana Weru kepada RRI Selasa, 5 Mei 2026 menjelaskan bahwa forum ini sengaja dibuat untuk mengakomodasi kelompok masyarakat yang mungkin jarang bersuara di forum formal. Kelompok seperti penghayat Marapu atau komunitas adat lainnya kini memiliki ruang khusus untuk berdialog langsung dengan pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Rencananya, kegiatan pertemuan langsung ini akan dilaksanakan secara rutin sebanyak dua kali dalam kurun waktu satu bulan .Setiap pertemuan akan melibatkan perwakilan dari berbagai kecamatan untuk memastikan pemerataan penyampaian aspirasi dari seluruh wilayah. Jadwal rutin ini diharapkan dapat menjadi tradisi baru dalam tata kelola pemerintahan di Sumba Barat.
Tujuan utama dari inovasi ini adalah agar pemerintah dapat merespon cepat berbagai persoalan pembangunan yang dialami masyarakat di lapangan. Dengan mendengar cerita langsung dari warga, pengambilan kebijakan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan nyata. Informasi dari tangan pertama dianggap sangat berharga bagi evaluasi kinerja perangkat daerah.
Selain dialog langsung, pemerintah juga terus mendorong digitalisasi layanan publik untuk melengkapi sarana komunikasi dengan warga. Pemanfaatan media sosial dan situs web resmi daerah menjadi kanal alternatif bagi masyarakat untuk memantau program kerja pemerintah. Integrasi antara layanan digital dan pertemuan fisik menjadi strategi utama dalam pelayanan prima.
Melalui program ini, Sumba Barat optimis dapat meningkatkan nilai Sakip serta menciptakan transparansi yang lebih baik dalam pemerintahan. Partisipasi publik yang tinggi merupakan indikator kesehatan demokrasi dan kemajuan suatu daerah yang sedang berkembang. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan ruang ini sebaik mungkin untuk kemajuan Sumba Barat bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....