Mutiara Pagi: Tinggal dan Hidup dalam Kasih Tuhan
- 07 Mei 2026 17:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kasih menjadi dasar utama dalam kehidupan umat Kristiani, bukan sekadar perasaan, tetapi sebuah panggilan hidup yang diwujudkan melalui tindakan nyata kepada sesama.
Dalam kehidupan sehari-hari, kasih sering diuji oleh ego, kesombongan, dan kepentingan diri sendiri, sehingga manusia diajak untuk terus belajar memahami makna kasih yang sejati sebagaimana diajarkan Yesus Kristus.
Melalui program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Kupang, Kamis, 7 Mei 2026, Penyuluh Agama Katolik pada Bidang Urusan Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Zakarias Paus Tola, S.Fil., mengangkat tema “Tinggal dan Hidup dalam Kasih Tuhan” berdasarkan bacaan Yohanes 15:9-11. Ia menjelaskan bahwa perikop tersebut merupakan salah satu inti ajaran Yesus tentang pentingnya hidup saling mengasihi.
Zakarias mengatakan, kasih yang harus dihidupi umat beriman bukanlah kasih biasa, melainkan kasih Kristus. Menurutnya, kasih Kristus berbeda dengan kasih-kasih lain karena memiliki sifat yang besar, tak terbatas, dan tidak berkesudahan. Kasih itu pula yang harus diwartakan setiap murid Kristus dalam seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan kasih Allah kepada manusia sebagaimana tertulis dalam Yohanes 3:16, bahwa Allah begitu mengasihi dunia hingga mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal demi keselamatan manusia. Bentuk kasih terbesar itu, lanjutnya, tampak dalam sengsara dan wafat Yesus di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
Selain itu, Zakarias juga mengutip ajaran Santo Paulus dalam 1 Korintus 13:4-8 yang menggambarkan kasih sebagai sikap sabar, murah hati, tidak sombong, tidak egois, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia menegaskan bahwa kasih sejati tidak hanya mudah diucapkan, tetapi membutuhkan perjuangan melawan kelemahan manusia seperti egoisme dan keinginan untuk mementingkan diri sendiri.
Menurutnya, ketika seseorang sungguh hidup dalam kasih Kristus, maka rasa sakit, pengorbanan, dan luka dalam mencintai tidak lagi menjadi beban. Kasih justru menghadirkan sukacita dan kekuatan untuk tetap bertahan dalam setiap situasi. Ia menilai peristiwa salib menjadi bukti bahwa cinta sejati tidak dapat dibatasi bahkan oleh kematian sekalipun.
Di akhir renungannya, Zakarias mengajak umat untuk belajar mengasihi dengan kasih Kristus dan menjadikan hidup sebagai pewartaan kasih kepada sesama. Ia juga mengajak masyarakat mengenang semua orang yang telah berkorban dengan kasih tanpa batas demi kehidupan, pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang lebih baik, seraya berharap Tuhan menganugerahkan kebahagiaan dan sukacita bagi mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....