Mutiara Pagi: Kasih yang Menyelamatkan
- 06 Mei 2026 12:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Kasih yang tulus merupakan motor penggerak utama bagi seorang pengikut Kristus untuk menaati perintah Tuhan tanpa rasa takut maupun terpaksa. Kasih melahirkan ketaatan yang berbeda dari ketaatan buta. Jika ketaatan biasa sering kali didasari oleh rasa takut akan hukuman atau keterpaksaan, ketaatan yang lahir dari cinta memiliki fondasi yang jauh lebih kuat.
Taat menjadi sebuah ekspresi cinta yang murni kepada Sang Pencipta. Untuk mencapai titik ini, umat diajak untuk membangun hubungan yang intim dan pribadi dengan Tuhan, sehingga ketaatan tersebut justru membawa sukacita dan kebahagiaan bagi diri sendiri.
Dalam Program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Kupang edisi Senin, 4 Mei 2026, Penyuluh Agama Katolik pada Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi NTT, Zakarias Paus Tola, S.Fil., menghadirkan renungan mendalam bertajuk "Kasih yang Menyelamatkan" yang menyoroti korelasi antara kasih dan ketaatan dalam kehidupan beriman. Berdasarkan bacaan Injil Yohanes 14:21-26.
Lebih lanjut, Zakarias menjelaskan peran krusial Roh Kudus sebagai "Roh Kebenaran" yang dijanjikan Yesus. Ketika Yesus harus meninggalkan para murid-Nya, Ia tidak membiarkan mereka menjadi yatim piatu, melainkan mengaruniakan Penolong yang menyertai setiap orang percaya. Roh Kudus inilah yang membimbing umat dalam hubungan kasih dengan Bapa dan memberikan kemampuan bagi manusia untuk berinisiatif mengasihi Tuhan, sebuah langkah yang sulit dilakukan secara mandiri oleh mereka yang tidak percaya.
Pesan ini juga menyentuh aspek sosial tentang bagaimana para murid Kristus dipanggil untuk menjadi saksi di tengah dunia. Melalui kasih yang saling ditunjukkan antar sesama, dunia dapat melihat bukti nyata bahwa Yesus dan Bapa mengasihi seluruh ciptaan. Roh Kudus berperan memperlengkapi para murid agar mampu bersaksi melalui tindakan konkret, yakni saling mengasihi, yang menjadi pembeda utama antara pengikut Kristus dengan dunia yang sering kali sulit menerima kebenaran.
Zakarias juga menghubungkan ajaran ini dengan panggilan untuk melawan kejahatan melalui kasih yang radikal. Merujuk pada teladan Yesus di salib, umat diingatkan untuk mengamalkan ajaran-ajaran sulit seperti mengasihi musuh, mengampuni tanpa batas, dan membantu sesama tanpa pamrih. Tindakan-tindakan ini dianggap sebagai cara paling efektif untuk meredam penyebaran dosa dan kejahatan di dunia. Kasih sejati yang telah diterima melalui penebusan Kristus harus diwartakan kembali agar semua ciptaan mengalami keselamatan.
Di era modern yang penuh tantangan, pesan tentang kasih ini menjadi sangat relevan sebagai dasar dari setiap perbuatan baik. Zakarias memaparkan bahwa dengan kasih, pengorbanan tidak akan terasa sebagai rasa sakit dan menghargai orang lain tidak akan dianggap sebagai tindakan merendahkan diri. Kasih justru memurnikan motivasi manusia dan meneguhkan identitas sebagai murid-murid Kristus yang siap melayani di berbagai situasi kehidupan.
Sebagai penutup, renungan Mutiara Pagi ini mengajak seluruh umat untuk memahami karya agung Allah dalam hidup mereka masing-masing. Dengan mengalami kasih Tuhan terlebih dahulu, umat diharapkan mampu mewartakan kasih tersebut tanpa henti demi keselamatan sesama manusia. Seluruh perjuangan dalam mengasihi ini pada akhirnya ditujukan hanya demi kemuliaan nama Tuhan, sekaligus menjadi pengingat bahwa kasih adalah inti dari seluruh ajaran Kristiani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....