Sinkronisasi Pendidikan NTT Diperkuat Pusat-Daerah

  • 05 Mei 2026 11:34 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pendidikan kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 5 Mei 2026. Forum ini menyoroti pentingnya harmonisasi kebijakan guna menjawab tantangan pendidikan di wilayah kepulauan dan 3T.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama daerah. Ia menekankan bahwa pendidikan harus mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan adaptif.

Salah satu kebijakan strategis yang diimplementasikan Pemerintah Provinsi NTT adalah Gerakan Jam Belajar Masyarakat, yang mendorong partisipasi keluarga dalam membangun budaya belajar di rumah. Program ini dinilai sebagai intervensi sosial yang relevan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dari level paling dasar.

Dari sisi legislatif, Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menekankan perlunya orkestrasi kebijakan berbasis data dalam pengelolaan guru dan tenaga kependidikan. Ia mendorong perencanaan yang lebih presisi dalam rekrutmen dan distribusi guru, khususnya untuk menjangkau daerah terpencil.

“Penguatan kebijakan afirmatif sangat penting, termasuk pemberian insentif dan pelatihan berjenjang bagi tenaga pendidik di wilayah dengan tantangan geografis tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa transformasi pendidikan nasional ditopang oleh pembangunan infrastruktur kebijakan yang komprehensif. Ia menyebut, pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 11 ribu satuan pendidikan pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp14 triliun.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mengakselerasi digitalisasi pembelajaran melalui distribusi perangkat teknologi, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan sistem data pendidikan. Menurutnya, langkah ini menjadi krusial untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTT.

“Guru tetap menjadi aktor kunci dalam transformasi pendidikan. Adaptasi terhadap teknologi dan penguatan karakter peserta didik menjadi bagian integral dari perubahan yang sedang kita dorong,” kata Abdul Mu’ti.

Rakor ini menjadi momentum konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi program pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran. Pemerintah berharap, melalui kolaborasi yang semakin solid, kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat ditekan, sekaligus melahirkan generasi unggul dari kawasan timur Indonesia. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....