Floratama Academy 2026 Dorong UMKM Labuan Bajo Naik Kelas

  • 29 Apr 2026 08:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) kembali menghadirkan program Floratama Academy 2026 sebagai langkah strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Program ini dirancang untuk membekali para wirausahawan lokal dengan keterampilan manajemen bisnis modern agar mampu menjawab tantangan pasar, khususnya di kawasan destinasi pariwisata super prioritas seperti Labuan Bajo.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, SH, dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 29 April 2026 menegaskan bahwa Floratama Academy 2026 bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah ekosistem inkubasi berkelanjutan bagi pelaku industri kreatif.

“Program ini mendorong pelaku usaha untuk naik kelas, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga pola pikir. Kita ingin transformasi dari wirausaha tradisional menjadi pelaku usaha profesional yang berorientasi pada kualitas dan kepuasan pelanggan,” ujarnya.

Floratama Academy menghadirkan berbagai modul pelatihan komprehensif, mulai dari pengembangan produk kreatif, strategi pemasaran digital, hingga akses permodalan. Melalui bimbingan teknis yang intensif, diharapkan produk-produk lokal dari wilayah Flores dan sekitarnya mampu memenuhi standar internasional serta menarik minat wisatawan mancanegara.

Selain itu, BPOLBF juga berkomitmen membuka akses pasar lebih luas bagi para alumni program melalui partisipasi dalam pameran nasional serta kolaborasi dengan sektor perhotelan dan restoran di Labuan Bajo. “Upaya ini kami lakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis para pelaku usaha yang telah mendapatkan pendampingan,” kata Andhy Marpaung.

Pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan. Peserta diajarkan mengoptimalkan platform media sosial guna membangun identitas merek yang kuat dan autentik, sesuai karakteristik khas Flores. Strategi ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha menjangkau konsumen secara langsung tanpa ketergantungan pada perantara.

Tak hanya itu, Floratama Academy, menurut Andhy, juga memberi perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan dan generasi milenial dalam sektor ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas kreatif, BPOLBF optimistis Labuan Bajo dapat berkembang sebagai pusat industri pariwisata berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di tingkat global.

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat mampu mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....