BPBD Kota Kupang Siapkan Top Ranger menuju Sistem Mitigasi “Autopilot” Digital

  • 28 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang terus mengembangkan inovasi Top Ranger sebagai sistem mitigasi bencana berkelanjutan berbasis kolaborasi dan teknologi digital. Program ini diarahkan menjadi ekosistem yang mampu berjalan secara otomatis atau autopilot dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si. Senin, 27 April 2026 menegaskan bahwa Top Ranger tidak dirancang sebagai program jangka pendek, melainkan sebagai sistem terintegrasi yang dapat terus berjalan tanpa bergantung pada pergantian kepemimpinan.

“Inovasi ini tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi harus menjadi sistem yang saling terkoneksi sehingga ke depan bisa berjalan secara autopilot,” ujarnya dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang.

Menurutnya, integrasi sistem ini diharapkan mampu mengubah paradigma mitigasi bencana dari sekadar tugas pemerintah menjadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi, relawan berbasis transportasi daring dapat melakukan pelaporan dan respons awal secara mandiri, cepat, dan terkoordinasi.

Untuk memperkuat sistem tersebut, Ernest mengatakan, BPBD Kota Kupang tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang komprehensif serta memperkuat landasan hukum di tingkat pemerintah daerah. Hal ini dinilai penting guna menjamin keberlanjutan kolaborasi dengan mitra transportasi daring seperti Grab dan Gojek.

Selain penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Para pengemudi ojek daring yang tergabung dalam Top Ranger secara rutin akan mendapatkan pelatihan, khususnya dalam penanganan darurat dan pertolongan pertama pada situasi kritis.

“SDM harus terus dilatih agar sistem yang dibangun tetap memiliki kualitas respons yang cepat, tepat, dan terukur,” ujar Ernest.

Ke depan, pengembangan Top Ranger tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana, tetapi juga akan diintegrasikan dengan berbagai program kemanusiaan lainnya, seperti penanganan stunting serta layanan publik berbasis pengantaran dokumen untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.

Dengan penguatan sistem, regulasi, dan kapasitas relawan, BPBD Kota Kupang optimistis Top Ranger akan menjadi bagian penting dari ekosistem pelayanan publik yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui inovasi ini, Ernest menambahkan, Pemerintah Kota Kupang berharap dapat membangun kota yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana sekaligus mewariskan sistem mitigasi modern bagi generasi mendatang. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....