BMKG Catat 192 Gempa Bumi Guncang Wilayah Sumba dalam Sepekan

  • 25 Apr 2026 18:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur melaporkan aktivitas seismik di wilayah Sumba dan sekitarnya selama periode 17 hingga 23 April 2026. Berdasarkan pemantauan rutin, tercatat sebanyak 192 kejadian gempa bumi melanda wilayah tersebut dalam kurun waktu sepekan. Meskipun frekuensi kejadian cukup tinggi, BMKG mengonfirmasi bahwa selama periode ini tidak terdapat laporan mengenai gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat di daratan.

Karakteristik kegempaan di Pulau Sumba selama satu minggu terakhir ini didominasi secara signifikan oleh gempa bumi berkekuatan rendah. Data menunjukkan sebanyak 184 kejadian atau sekitar 95,80 persen merupakan gempa dengan magnitudo kurang dari atau sama dengan 3.0 (M ≤ 3.0). Sementara itu, gempa dengan kekuatan menengah di rentang magnitudo 3 hingga 5 tercatat hanya sebanyak 8 kejadian, dan tidak ditemukan adanya aktivitas gempa besar dengan magnitudo di atas 5.0.

Berdasarkan analisis kedalaman pusat gempa, mayoritas aktivitas tektonik di wilayah ini terjadi pada kategori dangkal. Sebanyak 135 kejadian atau 70,30 persen dari total gempa memiliki kedalaman pusat kurang dari 60 kilometer. Sisanya, sebanyak 57 kejadian berada pada kedalaman menengah atau di atas 60 kilometer, sedangkan aktivitas gempa dalam dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer terpantau nihil selama periode pengamatan tersebut.

Informasi detail mengenai sebaran titik gempa ini telah disebarluaskan oleh Stasiun Geofisika Sumba Timur melalui berbagai platform media sosial resmi, mulai dari Instagram, Facebook, hingga TikTok. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi yang cepat dan akurat mengenai kondisi geofisika di wilayah Sumba. BMKG juga menyajikan data tersebut dalam bentuk infografis yang mudah dipahami melalui tautan resmi yang telah disediakan bagi publik.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari meskipun angka kejadian gempa terlihat cukup produktif. Dinamika pelepasan energi dalam skala kecil ini merupakan hal yang umum terjadi pada wilayah dengan tatanan tektonik aktif seperti Nusa Tenggara Timur. Pengetahuan mengenai profil kegempaan daerah sangat penting sebagai bagian dari literasi mitigasi bencana bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa bumi.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG senantiasa mengimbau warga untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi di laman bmkg.go.id guna menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap waspada terhadap potensi bencana alam dengan mengikuti panduan keselamatan yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....