Lomba Kebersihan Kupang 2026, Komunitas Beta Bersih Perkuat Peran Masyarakat

  • 21 Apr 2026 16:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Upaya membangun budaya hidup bersih di Kota Kupang terus digencarkan melalui berbagai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat lomba kebersihan tingkat kota tahun 2026 yang diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku warga dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam Dialog Kupang Siang di Pro 1 RRI Kupang, Kamis, 16 April 2026, Ketua Satgas Lomba Kupang Bersih dari Komunitas Beta Bersih (KBB), Irsan Dardana, menegaskan bahwa keterlibatan komunitas berawal dari kepedulian warga terhadap kondisi kebersihan kota. Ia menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari diskusi sederhana sejumlah warga yang ingin berkontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penanganan sampah yang kini menjadi prioritas utama.

Irsan menyebut, sejak kepemimpinan Wali Kota Kupang periode terbaru, isu kebersihan semakin mendapat perhatian serius. Hal ini mendorong komunitas Beta Bersih untuk hadir sebagai mitra strategis pemerintah, sekaligus menjadi motor penggerak budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Filosofi “beta bersih” sendiri dimaknai sebagai kesadaran bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, bukan orang lain.

Dalam pelaksanaannya, komunitas Beta Bersih terlibat dalam dua agenda utama, yakni aksi Kupang Bersinar dan dukungan terhadap lomba kebersihan. Pada aksi Kupang Bersinar, komunitas ini aktif menggelar kerja bakti massal serta menyediakan armada pengangkut sampah, termasuk dalam kegiatan pembersihan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Upaya ini menjadi bukti nyata kontribusi masyarakat dalam membantu pemerintah menjaga kebersihan kota.

Khusus untuk lomba kebersihan, Irsan menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam proses penilaian demi menjaga objektivitas. Namun, dukungan diberikan dalam bentuk penyediaan hadiah bagi para pemenang dengan total mencapai Rp. 100 juta. Menurutnya, insentif ini diharapkan mampu memacu semangat kelurahan untuk berpartisipasi aktif sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah masing-masing.

Lebih jauh, Irsan menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk, serta memanfaatkan sampah bernilai ekonomi seperti plastik dan logam. Langkah sederhana ini dinilai dapat mengurangi beban TPA sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Meski antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi, tantangan utama masih terletak pada konsistensi perilaku. Irsan mengakui masih banyak warga yang belum disiplin dalam membuang sampah. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong edukasi melalui berbagai kegiatan, termasuk rencana menggandeng influencer lokal untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Ia berharap, melalui kolaborasi semua pihak, Kota Kupang dapat menjadi kota yang bersih, indah, dan asri secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....