Masyarakat Oebelo Terus Melestarikan Potensi Garam Lokal Tradisional

  • 18 Apr 2026 08:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Potensi Garam Oebelo di Kabupaten Kupang menjadi primadona sektor ekonomi lokal yang terus berkembang berkat dedikasi tinggi dari para pengusaha tradisional. Keberadaan komoditas unggulan ini mencerminkan emas putih kekayaan sumber daya alam wilayah Nusa Tenggara Timur yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi bagi kesejahteraan warga lokal.

Hasil Pantauan RRI.CO.ID , para pedagang di sepanjang Jalan Timor Raya Oebelo menawarkan garam berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau bagi semua pembeli. Garam tersebut dikemas secara apik menggunakan wadah tradisional yang disebut sokal sehingga memberikan kesan estetika alami serta ramah lingkungan kepada setiap calon pembeli yang melintas.

Sandra, seorang penjual yang di temui RRI menjelaskan bahwa dirinya secara rutin membeli bahan baku garam kasar langsung dari para penambak lokal untuk kemudian diolah kembali menjadi produk siap konsumsi. Proses pengolahan dari bentuk kasar menjadi butiran halus dilakukan dengan penuh ketelitian agar standar kualitas serta kebersihan dari garam tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

Harga jual per satu wadah sokal ditetapkan sebesar sepuluh ribu rupiah saja guna menjaga stabilitas pasar dan mempermudah transaksi jual beli bagi masyarakat luas.

Keseragaman harga pada setiap jenis produk garam yang ditawarkan bertujuan untuk menghindari kebingungan pembeli sehingga mereka merasa nyaman saat berbelanja di gerai milik Ibu Sandra. Wadah sokal yang digunakan oleh para pedagang dibeli langsung dari tangan pengrajin lokal dengan harga seribu rupiah per buah sebagai bentuk dukungan nyata bagi ekonomi rakyat.

Praktik bisnis yang berkelanjutan ini secara otomatis ikut menghidupkan ekosistem usaha mikro kecil dan menengah di sekitar wilayah Desa Oebelo Kab. Kupang melalui rantai pasok yang sangat sehat. Sandra mengungkapkan bahwa usaha yang dijalankan secara turun-temurun ini mampu memberikan keuntungan bersih mencapai tiga puluh persen dari total modal usaha yang dikeluarkan setiap bulannya. Keuntungan yang cukup menjanjikan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan potensi daerah yang tepat dapat menopang kebutuhan finansial keluarga dengan sangat stabil dan berkelanjutan.

Garam Yang di Jual Dalam Wadah Sokal (Anyaman Dari Daun Lontar) Seharga Rp. 10.000/ Sokal. (Foto. Ans Netu/RRI)

Cerita tentang Garam Oebelo bukan hanya sekadar urusan komersial semata melainkan juga mengenai cara menjaga warisan leluhur dan kearifan lokal yang sudah bertahan puluhan tahun. Kerja keras para pelaku UMKM seperti Ibu Sandra merupakan pilar utama dalam mempertahankan identitas budaya sekaligus memajukan kemandirian ekonomi daerah melalui produk-produk unggulan kebanggaan bangsa.

Calvin seorang pembeli mengaku sangat bangga dengan usaha garam lokal yang digeluti warga Oebelo karena produk tradisional ini terbukti mampu bertahan dan tidak kalah bersaing dengan produk kemasan. Kualitas rasa yang konsisten serta kemasan yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi dirinya untuk selalu menyempatkan diri singgah di lapak pinggir jalan saat melakukan perjalanan melintasi wilayah tersebut.

Dengarkan Juga : Potensi Garam Oebelo di Kabupaten Kupang | Video Potensi Daerah | RRI Kupang

Ia mengajak seluruh warga Kabupaten Kupang maupun siapa saja yang melintas di Jalan Timor Raya Oebelo agar bersedia turun membeli produk ini guna membantu keberlanjutan UMKM. Gerakan membeli produk lokal ini sangat penting untuk mendukung eksistensi emas putih di Kabupaten Kupang agar tetap menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....