Tambak Udang Modern di NTT Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
- 08 Apr 2026 15:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengakselerasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pengembangan tambak udang modern di sejumlah wilayah pesisir strategis. Program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pesisir yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 8 April 2026 Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST., MT, menjelaskan bahwa komoditas udang dipilih karena memiliki permintaan tinggi di pasar internasional serta nilai ekonomi yang menjanjikan. Dengan dukungan infrastruktur tambak modern dan teknologi terkini, produktivitas diharapkan tetap stabil serta mampu memenuhi standar kualitas ekspor.
“Pengembangan ini diarahkan agar hasil panen udang dari NTT mampu bersaing di pasar global, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dan pelaku usaha,” ujarnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Bupati Umbu Pekuwali mengatakan, pembangunan tambak udang terintegrasi juga ditargetkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ribuan tenaga kerja lokal diproyeksikan terlibat dalam pengelolaan tambak hingga rantai distribusi, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Namun demikian, aspek keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama. Pengembangan tambak udang diharapkan tetap menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, termasuk melindungi kawasan mangrove dari kerusakan.
“Pengembangan tambak udang harus sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan agar tidak merusak vegetasi mangrove yang berperan sebagai pelindung alami pantai,” kata Bupati Umbu Pekuwali.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan kemudahan akses permodalan, pendampingan teknis, serta kepastian regulasi bagi para pembudidaya dan investor. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam implementasinya, teknologi budidaya yang digunakan mencakup sistem manajemen air modern untuk mencegah penyebaran penyakit dan meningkatkan kualitas produksi. Para tenaga ahli turut diterjunkan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat agar mampu mengelola tambak secara efektif sesuai standar operasional.
Ke depan, Bupati Umbu Pekuwali mengatakan, keberhasilan program ini diyakini akan memperkuat posisi NTT sebagai salah satu sentra produksi dan ekspor udang di kawasan timur Indonesia. Peningkatan produksi diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bupati Umbu Pekuwali pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pembangunan sektor perikanan ini agar berjalan optimal, berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur terlebih khusus bagi masyarakat Waingapu, Sumba Timur. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....