Panen Jagung Desa Pantulan Dipuji, Didorong Jadi Sentra Pangan

  • 02 Apr 2026 12:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kegiatan panen jagung di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin 30 Maret 2026, mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran pemerintah dinilai membawa dampak nyata dalam mendukung petani melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Panen jagung yang berlangsung di Desa Pantulan ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Sulamu. Antusiasme petani terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan panen, sekaligus menunjukkan harapan besar terhadap keberlanjutan program pertanian yang dijalankan pemerintah.

Sejumlah warga mengaku, perhatian pemerintah melalui bantuan dan pendampingan mulai dirasakan manfaatnya. Mulai dari penyediaan benih, hingga pendampingan teknis di lapangan, dinilai mampu membantu petani meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat juga dinilai memberikan semangat baru bagi para petani. Tidak hanya sekadar simbolis, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Irwan menegaskan bahwa produktivitas jagung di Nusa Tenggara Timur masih perlu terus ditingkatkan. Hal ini mengingat hasil panen saat ini masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3 ton per hektare.

“Kita masih perlu meningkatkan produktivitas jagung di NTT. Saat ini rata-rata hasil panen masih sekitar 2,5 sampai 3 ton per hektare, sehingga perlu upaya bersama agar bisa lebih optimal,” ucap Kombes Irwan, saat di temui RRI.CO.ID, Senin 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan produksi jagung tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat. Dukungan berupa kebijakan yang tepat, penyediaan sarana produksi, hingga peningkatan kapasitas petani menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas.

Selain itu, pemanfaatan teknologi pertanian dan penerapan metode tanam yang lebih efektif juga dinilai mampu meningkatkan hasil panen. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan kepada petani menjadi hal yang sangat diperlukan. Kombes Irwan juga menekankan pentingnya membangun semangat kolaborasi antara semua pihak.

Dengan kerja sama yang baik, ia optimistis Desa Pantulan dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi jagung unggulan di Nusa Tenggara Timur. “Kalau kita bisa bekerja bersama, pemerintah dan masyarakat, saya yakin Desa Pantulan bisa menjadi salah satu sentra jagung yang kuat di NTT,” katanya.

Potensi Desa Pantulan sebagai sentra jagung dinilai cukup besar, mengingat kondisi lahan yang mendukung serta pengalaman masyarakat dalam bertani jagung secara turun-temurun. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan dukungan berkelanjutan, hasil produksi diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Pengembangan jagung di wilayah ini juga diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi semata, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Harga jual yang stabil, akses pasar yang lebih luas, serta dukungan distribusi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Pemerintah daerah diharapkan terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, khususnya dalam hal peningkatan infrastruktur pendukung seperti irigasi, jalan usaha tani, serta akses terhadap pupuk dan alat pertanian. Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian juga menjadi tantangan tersendiri.

Diperlukan upaya untuk menarik minat generasi muda agar mau terjun ke dunia pertanian dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi yang ada. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Desa Pantulan diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi jagung di tingkat daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Panen jagung ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Kupang. Sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut.

Ke depan, diharapkan produktivitas jagung di Nusa Tenggara Timur dapat terus meningkat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....