Bupati Kupang Hadiri Panen Raya Jagung di Lapas Kupang

  • 25 Mei 2026 08:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Yosef Lede menghadiri kegiatan panen raya jagung yang digelar di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kupang, Jumat 22 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bukti keberhasilan pemanfaatan lahan berbatu karang menjadi kawasan pertanian produktif yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Panen raya itu merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT bersama PT Silvano Maynard Jaya dalam mengelola lahan seluas kurang lebih dua hektare di lingkungan Lapas Kupang. Dari lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif tersebut, berhasil dipanen sekitar 10 ton jagung.

Dalam sambutannya, Yosef Lede menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar beserta jajaran yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi pertanian di tengah keterbatasan lahan. Menurut Yosef Lede, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa lahan berbatu karang pun dapat menghasilkan komoditas pertanian apabila dikelola dengan serius dan penuh kemauan.

“Daerah ini sebenarnya tanah yang diberkati Tuhan. Di atas batu karang saja bisa tumbuh, apalagi di lahan yang subur. Hari ini kita diajak untuk memanfaatkan lahan yang ada demi mendukung program ketahanan pangan nasional,” ucap Bupati Kupang Yosef Lede kepada RRI.CO.ID, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pembinaan yang dilakukan di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan pertanian di dalam lapas tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga memberikan pendidikan keterampilan dan pembinaan karakter bagi warga binaan.

Bupati Kupang mengatakan, melalui kegiatan seperti ini warga binaan memiliki kesempatan belajar dan memperoleh pengalaman kerja yang nantinya dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Ia berharap program serupa terus dikembangkan agar semakin banyak warga binaan yang memiliki keterampilan produktif.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar menjelaskan bahwa program pertanian di lingkungan pemasyarakatan merupakan implementasi nyata arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program produktif yang memberdayakan warga binaan.

Ketut Akbar mengatakan, keberhasilan panen jagung tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan produksi pertanian yang baik. Dengan pengelolaan yang tepat dan kerja sama berbagai pihak, lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat memberikan nilai ekonomi dan manfaat sosial.

Ia menambahkan, program pembinaan kemandirian seperti pertanian, peternakan dan perikanan akan terus dikembangkan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Kegiatan panen raya jagung tersebut turut dihadiri pimpinan DPRD, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, serta sejumlah mitra kerja pemasyarakatan lainnya.

Panen raya di Lapas Kelas IIA Kupang ini diharapkan menjadi contoh pemanfaatan lahan kering dan berbatu di Nusa Tenggara Timur agar dapat diolah menjadi kawasan pertanian produktif yang mendukung peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. (AI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....