Promosi Digital Buka Peluang Ekonomi Pariwisata NTT
- 29 Mar 2026 04:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Di era transformasi teknologi yang kian pesat, dunia pariwisata tidak lagi hanya mengandalkan promosi konvensional seperti brosur atau cerita mulut ke mulut. Kehadiran media sosial dan platform digital telah membuka gerbang lebar bagi kekayaan alam serta budaya daerah untuk dikenal dunia.
Menurut Abigail Ernestha Kenaru, 2nd Runner up Putri Manggarai 2025, Putri Pariwisata NTT 2025, sekaligus peraih gelar nasional Putri Pariwisata Digital Indonesia 2025 di Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang Senin, 16 Maret 2026, pariwisata digital adalah strategi memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan destinasi secara luas.
"Pariwisata digital menjadi jembatan antara destinasi dengan calon wisatawan. Saat ini, orang tidak harus datang langsung untuk tahu keindahannya, mereka bisa melihat melalui foto, video, dan ulasan di internet," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kekuatan visual dan narasi (storytelling) adalah kunci utama. Sebagai contoh beberapa destinasi di NTT yang memiliki potensi besar jika dikemas secara digital antara lain, Taman Nasional Komodo yang dikenal karena habitat purba dan panorama lautnya, Danau Kelimutu yang menghadirkan fenomena alam tiga warna yang unik secara visual, dan Desa Adat Wae Rebo, terkenal karena memiliki pesona budaya "desa di atas awan" dengan rumah tradisional Baru Niang yang ikonik.
Sebagai Putri Pariwisata Digital, Abigail mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai "duta promosi". Ia menilai anak muda memiliki kedekatan alami dengan teknologi dan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
"Hal-hal sederhana seperti mengunggah foto atau vlog perjalanan sudah merupakan kontribusi nyata. Kuncinya adalah kreativitas, keaslian (originalitas), dan pemberian informasi yang jelas bagi calon pengunjung," ujarnya.
Meski potensinya besar, pariwisata digital di NTT memiliki tantangan dalam pengembangan di antaranya, akses infrastruktur, dimana keterbatasan jaringan internet di beberapa titik destinasi wisata, kemudian terkait literasi digital, yaitu perlunya edukasi bagi masyarakat lokal agar tidak sekadar menjadikan media sosial sebagai hiburan, tapi juga sarana promosi ekonomi.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa promosi digital yang masif harus dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian alam agar pariwisata tetap berkelanjutan. Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan anak muda, serta berharap semakin banyak "Hidden Gem" atau surga tersembunyi di NTT yang terekspos sehingga mampu meningkatkan ekonomi lokal.
"Dunia digital memberi kita kesempatan tanpa batas. Gunakan media sosial dengan bijak untuk berbagi hal positif dan banggalah pada budaya serta kekayaan alam kita sendiri," katanya menegaskan. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....