Ecobrick Jadi Peluang Ekonomi Baru bagi Warga di Kota Kupang
- 26 Mar 2026 11:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Kelompok daur ulang sampah, Ecofun NBS di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, berhasil mengolah sampah plastik menjadi produk furniture seperti kursi, meja, dan sofa melalui metode ecobrick. Inisiatif yang digagas oleh para ibu rumah tangga ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Ketua Kelompok Ecofun NBS, Heni Wolanteri, mengatakan komunitas tersebut terbentuk setelah dirinya bersama beberapa warga mengikuti pelatihan pengelolaan sampah plastik yang diselenggarakan pemerintah. “Setelah mengikuti pelatihan, saya mengajak beberapa teman yang juga ibu rumah tangga untuk mencoba membuat usaha dari ecobrick. Daripada sampah plastik berserakan di mana-mana, kami pikir ini bisa menjadi peluang ekonomi juga,” ujarnya.
Awalnya kelompok tersebut hanya terdiri dari tiga orang. Namun, setelah mendapat dukungan dari pihak kelurahan, tim berkembang menjadi enam orang yang bekerja sama memproduksi furniture dari botol plastik.
Menurut Heni, pembuatan produk pertama mendapat bantuan bahan dari pihak kelurahan. Setelah produk selesai dibuat, mereka mempromosikannya melalui media sosial dan langsung mendapat pesanan dari masyarakat.
“Setelah set pertama jadi dan kami unggah di media sosial, ternyata ada yang berminat. Dari situ kami terus memproduksi set berikutnya dan pesanan mulai berdatangan,” katanya.
Pada Februari 2025, kelompok Ecofun NBS juga mendapatkan bantuan peralatan dari program One Village One Product (OVOP) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi NTT. Bantuan tersebut berupa mesin jahit, kompresor, dan sejumlah peralatan produksi lainnya.
Heni menyebut bantuan itu sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi sehingga pesanan yang diterima semakin banyak. Selain memproduksi furniture, kelompok Ecofun NBS juga melibatkan masyarakat sekitar dalam pembuatan ecobrick.
Disini, warga mengumpulkan sampah plastik, membersihkannya, lalu memasukkannya ke dalam botol hingga padat sebelum dijual kepada kelompok tersebut. “Setiap tiga botol ecobrick kami beli seharga sepuluh ribu rupiah, dengan berat sekitar 500 gram per botol. Jadi masyarakat juga mendapatkan penghasilan tambahan dari sampah plastik,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah warga bahkan bisa memperoleh penghasilan hingga ratusan ribu rupiah dalam beberapa hari dari penjualan ecobrick.Menurut Heni, meskipun keuntungan yang diperoleh belum besar, kelompoknya lebih fokus pada upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Kami ingin lingkungan bersih dari sampah plastik. Kalau ekonomi bertambah itu bonus, tapi yang utama kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah juga bisa memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Saat ini, Ecofun NBS juga telah menerima pesanan dari sejumlah instansi pemerintah di Kota Kupang dan terus memperluas pemasaran melalui media sosial serta jaringan masyarakat. Perjuangan kelompok sadar sampah ini juga menjadi pengingat bahwa sampah jika dikelola dengan bijak, dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. (JR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....