Mutiara Pagi Kristen: Ketaatan Sampai Akhir
- 18 Mar 2026 23:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao - Ketaatan kepada Tuhan dinilai bukan sikap sesaat, tetapi perjalanan iman yang harus dijaga sampai akhir hidup. Hal itu disampaikan dalam Mutiara Pagi Kristen Pro 1 RRI Rote, Selasa, 10 Maret 2026.
Bidang Pengajaran dan Teologi GBI Ba'a, Pdp. Ansi Danarlin Ndun, S.S., M.Th., menjelaskan renungan pagi itu diambil dari Filipi 2:8. Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan teladan Yesus yang taat sampai mati di kayu salib.
“Ketika Ia menampakkan diri sebagai manusia, Ia merendahkan diri dengan sangat taat kepada Allah,” katanya. Ia menegaskan ketaatan Yesus menjadi contoh nyata bagi setiap orang percaya.
Menurut dia, banyak orang memandang ketaatan sebagai sesuatu yang berat dan membatasi kebebasan. Padahal ketaatan justru menjadi pagar perlindungan agar hidup tetap berada dalam kehendak Tuhan.
Ia mengatakan ketaatan tidak dibangun atas rasa takut, melainkan atas kekaguman dan kasih kepada Tuhan. Dasar itu membuat seseorang tetap setia meski menghadapi kesulitan.
“Ketaatan bukan penjara, tetapi pagar perlindungan yang Allah bangun,” ujarnya. Ia menilai sikap taat harus berjalan bersama kerendahan hati.
Ansi menambahkan kerendahan hati menjadi syarat agar seseorang mudah menerima proses hidup dari Tuhan. Orang yang sombong, menurutnya, cenderung sulit taat karena mempertahankan kehendaknya sendiri.
Ia juga mengingatkan bahwa jalan salib menjadi bagian dari proses ketaatan orang percaya. Pergumulan hidup dinilai sebagai ruang pembentukan iman agar tetap setia.
“Kalau kita mau hidup sungguh-sungguh, hidup sungguh-sungguh sampai mati,” ucapnya. Ia menegaskan ukuran ketaatan terlihat dari kesetiaan yang tidak berhenti di tengah jalan. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....