Mutiara Pagi Kristen: Kasih Melampaui Kebencian

  • 17 Mar 2026 00:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao - Umat Kristen diajak tetap menunjukkan kasih meski berhadapan dengan orang yang pernah menyakiti hati. Pesan itu disampaikan dalam program Mutiara Pagi Kristen Pro 1 RRI Rote, Sabtu 14 Maret 2026 lalu.

Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Imanuel Manubulu, S.Th., mengatakan ajaran kasih dalam Alkitab tidak hanya berlaku kepada orang yang berbuat baik, tetapi juga kepada mereka yang dianggap musuh. Menurutnya, prinsip itu menjadi bagian penting dari penghayatan iman Kristen.

Ia menjelaskan dasar renungan tetap diambil dari Lukas 10 ayat 33 tentang orang Samaria yang menunjukkan belas kasihan kepada orang terluka di perjalanan. Kisah itu dinilai menggambarkan kasih yang melampaui sekat sosial dan perasaan pribadi.

“Kasih yang diajarkan Tuhan Yesus adalah kasih tentang mengasihi musuh,” katanya. Menurutnya, ajaran itu menuntut setiap orang percaya memiliki hati yang mampu melampaui batas kemanusiaan.

Dalam dialog tersebut, ia menjawab pertanyaan tentang sikap ketika harus menolong orang yang tidak disukai. Ia menilai kondisi itu memang berat, tetapi tetap harus dilandasi kebenaran firman Tuhan.

Ia mengatakan jika seseorang masih menyimpan kebencian, maka langkah pertama adalah berdamai terlebih dahulu. Setelah itu, pelayanan dan tindakan kasih dapat dilakukan dengan hati yang benar.

“Kalau kita ada menaruh kebencian dalam diri kita, maka Tuhan mengajarkan kita bahwa kita harus berdamai dengan orang itu dulu sebelum kita melayani,” ujarnya. Ia menambahkan kasih tidak boleh bergantung pada perasaan suka atau tidak suka.

Menurutnya, banyak orang mudah menolong mereka yang dekat atau pernah berbuat baik. Namun nilai kasih yang sejati justru terlihat saat seseorang mau menolong orang yang pernah melukai dirinya.

Ia mengajak umat Kristen meninggalkan keangkuhan, egoisme, dan rasa benci agar kasih Tuhan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sikap itu dinilai penting agar iman tidak berhenti pada pengakuan, tetapi terlihat dalam tindakan nyata. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....