Polres Manggarai Barat Evakuasi Ibu Hamil Kembar
- 11 Mar 2026 16:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Tim gabungan Polres Manggarai Barat (Mabar) di tengah cuaca ekstrem demi menyelamatkan tiga nyawa sekaligus: seorang ibu dan sepasang bayi kembar dalam kandungannya menggunakan Speedboat Walet 05 Rabu 11 Maret 2026 di, di Selat Pungu, Pelabuhan Mariana.
Yuliani (37), warga Pulau Papagarang, harus segera dilarikan ke rumah sakit. Kondisi kehamilannya yang kembar menuntut penanganan medis spesifik yang tidak tersedia di desanya.
KBO Satpolairud Polres Mabar, IPDA Henro Manurung, S.H. yang memimpin langsung misi evakuasi tersebut mengatakan begitu menerima laporan dari Kades, kami langsung bergerak. Kondisi ibu hamil kembar sangat riskan jika tidak segera ditangani ahli.
"Cuaca memang sedang ekstrem, gelombang cukup tinggi menghantam lambung kapal, namun keselamatan pasien adalah prioritas utama kami. Di tengah laut seperti ini, setiap detik sangat berharga," ungkap IPDA Henro.
Setelah evakuasi ke speedboat berhasil dilakukan, tim segera memutar haluan kembali menuju Labuan Bajo. Ketegangan sempat menyelimuti seluruh personel saat guncangan ombak semakin kuat, namun koordinasi yang solid antara Sat Polairud, Sat Pam Obvit, dan Bhabinkamtibmas, masyarakat serta Nahkoda Speedboat Walet 05 memastikan perjalanan tetap terkendali.
Sementara Bidan Rahmi dan Ibu Ade, tenaga medis yang mendampingi sejak dari desa, menyatakan bahwa langkah cepat kepolisian sangat krusial.
"Rujukan ini harus dilakukan karena risiko persalinan bayi kembar cukup tinggi. Kami sangat terbantu dengan gerak cepat tim Polres Mabar," kata Bidan Rahmi.
Senada dengan itu, Kepala Desa Papagarang, H. Abdullah, yang turut memantau proses ini menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat kepolisian.
"Kami sangat berterima kasih kepada Polres Mabar dan Speedboat Walet 05. Kondisi Ibu Yuliani memang memerlukan penanganan khusus karena hamil kembar, dan bantuan speedboat serta ambulance ini sangat membantu kami yang berada di kepulauan," ungkap H. Abdullah dengan nada lega.
Aksi heroik ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Sat Polairud, Sat Pam Obvit, Speedboat Walet 05 hingga perangkat desa setempat. Meski dihadang badai, misi kemanusiaan ini berakhir dengan tibanya pasien di tangan dokter spesialis tanpa kendala fatal.(VFZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....