Musyawarah Pendidikan Katolik Perkuat Mutu Pendidikan di Sumba Tengah

  • 11 Mar 2026 08:38 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Tengah menggelar Musyawarah Pendidikan Katolik untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Katolik. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SMAK St. Yohanes Neumann Katikuloku pada Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Kantor Kemenag Sumba Tengah, Yohanes Baptiste Seja. Musyawarah diikuti 30 peserta dari unsur pemerintah, tokoh pendidikan, tokoh umat, tokoh masyarakat, dan ASN Bimas Katolik.

Kegiatan mengusung tema mewujudkan pendidikan Katolik yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing. Peserta diharapkan dapat merumuskan langkah strategis untuk pengembangan pendidikan Katolik di daerah tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Sumba Tengah berharap forum ini melahirkan gagasan serta komitmen bersama. Ia menilai pendidikan Katolik perlu diperkuat agar mampu bersaing dan membentuk karakter peserta didik.

Yohanes Baptiste Seja juga menjelaskan arah kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan Katolik. Kebijakan tersebut mengacu pada Rencana Strategis Kemenag 2025–2029.

Rencana strategis itu menekankan terciptanya masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas. Upaya tersebut ditempuh melalui peningkatan kualitas kehidupan beragama dan pendidikan keagamaan.

Ia juga menyoroti ketimpangan pendidikan agama di sekolah umum. Salah satunya keterbatasan guru agama sesuai agama peserta didik.

Selain itu, pemenuhan delapan standar pendidikan masih menghadapi berbagai keterbatasan. Tantangan tersebut terutama pada sarana prasarana dan ketersediaan tenaga pendidik.

Sebagai solusi, Kemenag berupaya memenuhi kebutuhan guru agama melalui koordinasi berbagai pihak. Kemenag juga membuka peluang pendanaan alternatif dari pemerintah maupun swasta.

Musyawarah juga menghadirkan Pater Laurensius Lino Maran sebagai narasumber. Ia memaparkan peran gereja dalam pembinaan iman umat melalui katekese dan kegiatan paroki.

Menurutnya, pendidikan Katolik menghadapi tantangan pada kualitas dan ketersediaan tenaga pendidik. Beberapa lembaga pendidikan Katolik juga memerlukan penguatan dalam pengelolaan.

Ia menegaskan gereja siap membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi dilakukan bersama Kemenag, sekolah Katolik, serta lembaga pendidikan lainnya.

Kegiatan musyawarah ditutup dengan dialog dan diskusi interaktif peserta. Diskusi diharapkan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan Katolik di Sumba Tengah. (Humas Kemenag Sumba Tengah/RH )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....