ASITA NTT Dorong Diversifikasi Ekonomi Daerah

  • 24 Feb 2026 06:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang — Oyan Kristian, ST., Ketua DPD ASITA NTT dalam Wawancara Kupang Pagi Ini, Senin, 23 Februari 2026 mengatakan ada pergeseran paradigma pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika sektor pariwisata tidak lagi diposisikan sebagai prime mover tunggal pertumbuhan ekonomi daerah. Oyan menilai ketergantungan berlebihan pada sektor jasa, khususnya pariwisata, berpotensi menimbulkan kerentanan ekonomi.

“Selama ini pariwisata kerap dianggap sebagai sektor andalan yang mampu mendongkrak pendapatan daerah secara cepat. Namun dinamika global, mulai dari isu kesehatan hingga keamanan internasional, menunjukkan bahwa sektor ini sangat fluktuatif,” katanya pada RRI Kupang.

Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pembangunan jangka panjang dengan mendorong diversifikasi sumber ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan. Sektor pertanian dan peternakan kembali dipandang sebagai fondasi ekonomi yang memiliki daya tahan lebih kuat dalam menghadapi krisis.

Optimalisasi lahan kering yang luas di NTT dinilai dapat menjadi mesin pertumbuhan baru, sekaligus menjamin ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja di wilayah pedesaan. Selain itu, penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi agenda penting.

Perputaran uang di tingkat lokal diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung dan mengurangi ketergantungan pada kunjungan wisatawan mancanegara. Oyan juga menekankan pentingnya integrasi lintas sektor.

Pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berorientasi pada akses destinasi wisata, tetapi juga harus mendukung distribusi hasil pertanian dan peternakan dari desa ke pusat pasar. Konektivitas antarwilayah diyakini dapat menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih adil serta meningkatkan nilai jual produk petani.

“Meski tidak lagi menjadi satu-satunya penggerak utama, sektor pariwisata tetap dinilai strategis dan perlu dikelola secara profesional serta inklusif,” katanya. Transformasi pariwisata diarahkan pada konsep berkualitas yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan budaya lokal, serta memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan reorientasi ekonomi. Pendidikan dan pelatihan generasi muda perlu diarahkan pada penguasaan teknologi tepat guna dan digitalisasi pemasaran produk lokal.

Dengan demikian, pelaku usaha di NTT dapat memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional dan internasional tanpa sepenuhnya bergantung pada kehadiran fisik wisatawan. Melalui kebijakan fiskal yang berpihak pada sektor-sektor produktif dan penguatan ekonomi domestik, NTT diharapkan mampu membangun struktur ekonomi yang lebih tangguh, beragam, dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berubah. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....