Produksi Padi NTT 2025 Naik Signifikan 36 Persen
- 20 Feb 2026 07:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Produksi padi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang tahun 2025 mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 36,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi indikator positif penguatan sektor pertanian sekaligus fondasi menuju swasembada pangan berkelanjutan di daerah.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebutkan produksi gabah kering giling (GKG) tahun 2025 mencapai 968.324 ton. Angka itu meningkat 260.532 ton dari produksi tahun 2024.
Sementara itu, produksi beras pada tahun yang sama tercatat sebesar 567.178 ton. Naik 152.602 ton atau 35,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 414.576 ton.
Menurut Gubernur, peningkatan produksi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani di seluruh kabupaten/kota di NTT. Dukungan sarana dan prasarana pertanian, seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, hingga optimalisasi lahan, dinilai berkontribusi besar terhadap kenaikan produksi.
Dampak positif peningkatan produksi juga terlihat pada penyerapan beras oleh Perum Bulog wilayah NTT yang mencapai 6.056 ton. Penyerapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi beras berjalan optimal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengatakan bahwa capaian 2025 menjadi pijakan untuk target yang lebih tinggi pada 2026. Pemerintah Provinsi NTT menargetkan produksi padi sebesar 1.186.456 ton GKG dan produksi beras 694.944 ton guna memenuhi kebutuhan beras daerah yang rata-rata berada di kisaran 650.000 ton per tahun.
Atas capaian tersebut, NTT juga menerima Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementerian Pertanian RI pada Januari 2026, bersama beberapa provinsi lain seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Papua Selatan. Peningkatan produksi padi sebesar 36 persen ini menjadi tonggak penting bagi NTT dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....