Bupati Kupang Optimistis Capai Target Gabah
- 18 Feb 2026 06:27 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Bupati Kupang, Yosef Lede, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan di Nusa Tenggara Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pelaksanaan gerakan tanam padi serentak yang dipusatkan di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendorong peningkatan produksi beras secara berkelanjutan.
Yosef Lede menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kupang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis tersebut. Menurutnya, kepercayaan itu bukan sekadar seremoni, tetapi juga tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa Kabupaten Kupang mampu menjadi salah satu lumbung pangan di NTT.
“Dalam dua tahun terakhir produksi gabah kering di Kabupaten Kupang menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2024, produksi gabah kering berada pada angka sekitar 21 ribu ton. Namun pada tahun 2025, angka tersebut melonjak menjadi 87 ribu ton. Ucap Yosef Lede saat di temui RRI.CO.ID, Senin,(16/2/2026)
Merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, serta dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat. Selain itu, sinergi dengan TNI-Polri dan kalangan akademisi dalam hal pendampingan teknis juga dinilai memberi kontribusi besar terhadap peningkatan hasil panen. Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kupang menargetkan produksi gabah kering dapat menembus lebih dari 100 ribu ton. Target tersebut dinilai realistis dengan melihat tren peningkatan produksi sebelumnya, serta adanya pengembangan lahan pertanian baru dan optimalisasi lahan yang sudah ada.
“Kami ingin Kabupaten Kupang tidak hanya swasembada untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga mampu membantu memenuhi kebutuhan daerah lain di NTT,” ucap Yosef.
Ia menambahkan, potensi lahan pertanian di Kabupaten Kupang sebenarnya masih sangat luas. Namun, berbagai keterbatasan seperti infrastruktur irigasi, sarana produksi, serta dukungan alat dan mesin pertanian menjadi tantangan yang harus diatasi secara bertahap.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperluas areal tanam, meningkatkan kualitas benih dan pupuk, memperkuat sistem irigasi, serta mengintensifkan pendampingan kepada petani. Modernisasi pertanian juga menjadi salah satu fokus agar produktivitas dapat terus ditingkatkan.
Yosef berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah pusat dapat terus berlanjut, baik dalam bentuk bantuan sarana dan prasarana pertanian maupun program-program pemberdayaan petani. Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan tanam padi serentak tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten, unsur Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, kalangan akademisi, serta sejumlah kepala daerah yang mengikuti secara daring.
Melalui gerakan tanam serentak ini, pemerintah berharap semangat kolaborasi dan gotong royong terus terjaga, sehingga target peningkatan produksi pertanian dapat tercapai dan kedaulatan pangan di Nusa Tenggara Timur semakin kuat. (Andry/Ady)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....