Nasi Jaha: Sejarah dan Kelezatan Khas Sulawesi Utara
- 15 Jan 2024 19:05 WIB
- Manado
KBRN Manado: Menjadi salah satu jajanan khas sulawesi utara, Nasi jaha yang berbahan dasar beras hingga kini masih menjadi primadona. Hidangan ini juga populer di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Serupa dengan lemang, nasi jaha disiapkan dengan menempatkan semua bahan ke dalam batang bambu yang dibakar di atas api. Keunikan nasi jaha terletak pada citarasa jahe yang memberikan perbedaan dengan lemang.
Menurut cerit a dari para sesepuh, Nasi Jaha dianggap sebagai hidangan orang-orang jahat dalam sejarah Minahasa. Ceritanya bermula dari keturunan Toar Lumimuut, seperti Makedua Siowv, Makatedu Pitu, dan Pasiowan Tedu, yang diinstruksikan oleh dotu Muntu untuk menyebar dari Watu Pinabetengan, menjelajahi wilayah Tanah Malesung. Kelompok Ton Pekewa, dari wilayah barat daya suku Tontewo, berkembang menjadi dua suku, yaitu Tombulu dan Tonsea. Selain itu, percampuran darah terjadi dekat perbatasan Bolaang Mangondow, membentuk suku Ponosokan. Pantai utara dan barat Malesung berkembang menjadi suku bantik, sering diganggu oleh suku asing seperti Mangindano, Tidore, dan Ternate. Suku asing ini, disebut Tou Lewo atau Wosey, merampok dan menyusahkan orang-orang Malesung. Sebagai respons, orang Malesung yang gagah perkasa, atau Waraney, seperti Maramis, Matindas, dan Montororing, mengejar dan menumpas para Wosey. Mereka menemukan markas di pulau Bentenan, di mana Nasi Jaha, atau "nasi orang jahat" (Kan ne Tou Lewo), ditemukan dan dibuang ke laut. Karena lapar, Waraney memakan nasi yang dipanggang dengan santan kelapa yang kemudian dinamai Sinari. Itulah kisah singkat tentang asal-usul Nasi Jaha, atau Sinari, sebagai hidangan kemenangan.
Bukan hanya menyimpan sejarah yang unik, Nasi jaha sendiri memiliki rasa yang unik dibandingkan jajanan Sulawesi Utara lainnya. Bahkan secara umum di Minahasa, Nasi Jaha menjadi hidangan khas dalam acara-acara tertentu, terutama pada pesta syukuran tahunan. Sehingga tidak akan lengkap rasanya jika berkunjung ke Sulawesi Utara dan tidak merasakan sensasi keunikan rasa Nasi Jaha ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....