Perdagangan Saham Lesu Setelah Kabar Burden Sharing BI
- 04 Sep 2025 22:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau lesu sepanjang Kamis ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,23 persen atau 18,51 poin ke level 7.867 saat penutupan perdagangan.
“IHSG melemah karena Bank Indonesia menyepakati skena ‘burden sharing’ dengan pemerintah. Skema tersebut membagi rata biaya dana dari obligasi yang diterbitkan pemerintah,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis (4/9/2025).
Biaya tersebut juga dikurangi bunga yang diperoleh pemerintah dari simpanannya di lembaga keuangan domestik. Skema ‘burden sharing’ ini juga dilakukan saat pandemi Covid 19 karena kondisinya darurat.
Saat ini BI telah membeli obligasi pemerintah senilai Rp200 triliun di pasar sekunder. Pembelian ini termasuk Rp150 triliun melalui mekanisme ‘debt switch’ dengan pemerintah.
Baca Juga:
Perdagangan Saham Fluktuatif, IHSG Dibuka Terkoreksi
Pelemahan Rupiah Berlanjut Jelang ‘Weekend’ Panjang
Debt Switch adalah pembelian kembali Surat Utang Negara dengan cara penyerahan Surat Utang Negara seri lain. BI menyebut kesepakatan ini dirancang untuk mendukung upaya pemerintah menghimpun dana melalui pasar obligasi untuk membiayai berbagai program pemerintah
“Pasar tampaknya berspekulasi bahwa perekonomian Indonesia masih terkontraksi. Mengingat skema burden sharing biasanya dilakukan ketika kondisi darurat, misalnya saat pandemi Covid kemarin,” ujar Tim Pilarmas.
Pelemahan IHSG hari ini, menurut Tim Pilarmas, juga disebabkan aksi ambil untung investor jelang libur nasional. Sementara itu, mayoritas saham mengalami penurunan.
Hari ini sebanyak 412 saham mengalami penurunan harga, 277 saham naik, dan 267 saham stagnan. Saham sektor barang sekunder naik paling kuat (3,61 persen), sementara sektor bahan baku turun paling dalam (-1,12 persen).
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 38,94 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan 1,90 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp14,06 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.211 triliun.
Tim Analis Pilarmas juga menyebut indeks saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup bervariasi. Pelaku pasar terus mempertimbangkan tekanan fiskal di sejumlah ekonomi besar.
“Namun, kerugian sebagian tertahan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akhir bulan ini. Ekspektasinya meningkat setelah data lowongan kerja Amerika Serikat melemah,” ujar Tim Pilarmas menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....