IHSG Naik ke Level 6.430 saat Jeda Siang Perdagangan
- 23 Jul 2026 12:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG menguat 1,51 persen ke level 6.430,15 pada penutupan sesi I perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
- BNI Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.700–6.850 jika mampu bertahan di atas level support 6.300–6.330.
- Sentimen global masih dipengaruhi lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, sementara Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi menguat saat jeda siang perdagangan, Kamis, 23 Juli 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 6.430,15, atau naik sebesar 95,67 poin (1,51 persen).
Sebelumnya, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprakirakan IHSG bergerak di level support pada rentang 6.250-6.300. Sedangkan pergerakan di level resistansi diperkirakan antara 6.380-6.480.
“Jika IHSG kuat bertahan di atas support 6.300-6.330, ini berpotensi naik hingga 6.700-6.850 middle term,” kata Fanny. Namun, dia mengingatkan jika IHSG tembus kembali di bawah 6.300, maka akan berpotensi terkoreksi ke level 6.000an.
Fanny juga mencermati lonjakan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Menurut dia, hal ini menekan sentimen pasar sehingga mempengaruhi pergerakan bursa saham global.
Bursa saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada Rabu 22 Juli 2026. Sementara bursa saham di kawasan Asia bergerak variatif.
“Pasar mengkhawatirkan dampak lonjakan harga minyak terhadap laju inflasi. Inflasi tinggi akan mendorong bank sentral AS, The Fed, mempertahankan kebijakan moneter ketat,” ujarnya.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik menjadi USD94,07 per barel setelah sempat menembus level USD95. Sedangkan harga minyak mentah WTI kini tercatat senilai USD86,83 per barel.
Fanny mengatakan kekhawatiran inflasi meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Sementara di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) justru mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen per Juli 2026.
Keputusan tersebut ternyata di luar prakiraan para analis. Pasar sebelumnya memprediksi BI akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 6 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....