Perdagangan Saham Fluktuatif, IHSG Dibuka Terkoreksi

  • 04 Sep 2025 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif di sesi pertama perdagangan hari ini. Pada saat pembukaan perdagangan, IHSG terkoreksi 0,15 persen atau 12 poin ke level 7.873.

Pada penutupan perdagangan kemarin Rabu kemarin, IHSG naik 1,08 persen, tapi disertai net sell asing sebesar 1,21 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BRMS, ANTM, KLBF dan BREN.

"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas ke 7.900, tapi rentan koreksi jelang libur panjang," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Kamis (4/9/2025).

Baca Juga: IHSG Naik Meski Terjadi Aliran Modal Keluar

Baca Juga: Menkeu: RAPBN 2026 Pertajam Perlindungan Sosial Sepanjang Hayat

Fanny memperkirakan level support IHSG hari ini di rentang 7.850-7.870. Sedangkan level resistansi di rentang 7.900-7.950.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat, Wall Street indeksnya menguat. "Penguatan didorong rally saham teknologi, khususnya Alphabet, meski ada kekhawatiran ekonomi dan kenaikan imbal hasil obligasi," ucap Fanny.

Nasdaq Composite naik 1,03 perden, dan S&P 500 menguat 0,51 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,05 persen.

Kenaikan imbal hasil obligasi terjadi setelah keputusan pengadilan banding yang menyatakan tarif impor global Presiden Trump ilegal. "Keputusan ini berpotensi memaksa pemerintah AS mengembalikan miliaran dolar hasil pungutan bea impor," ujar Fanny.

Di kawasan Asia-Pasifik, indesk bursa saham mayoritas turun. Sentimen pasar juga dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi global serta perkembangan terbaru di sektor perdagangan.

Perhatian investor juga tertuju ke Tiongkok, ke parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Acara tersebut dihadiri 26 pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,82 persen, setelah rilis data pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025. Di Jepang, Nikkei 225 melemah 0,88 persen, di Korea Selatan, Kospi menguat 0,38 persen.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....