IHSG Berakhir di Zona Merah di Level 6.315,31
- 23 Jul 2026 16:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup melemah 19,16 poin atau 0,3 persen ke level 6.315,31 pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026
- Pergerakan pasar dipengaruhi sentimen global, termasuk konflik Timur Tengah dan prospek investasi sektor kecerdasan buatan
- Pasar juga mencermati keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga BI-Rate di level 5,75 persen serta arah kebijakan moneter ke depan
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah di penutupan sesi perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 6.315,31 atau turun 19,16 poin (0,3 persen).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat bergerak dan menyentuh posisi terendah pada 6.306,65 hari ini. Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat ke level 6.454,3 sebelum berbalik melemah dan ditutup di zona merah.
Pergerakan IHSG didominasi 321 saham menguat, 299 saham menguat, dan 176 saham stagnan. Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp23,61 triliun.
Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 62,64 miliar lembar. Dengan frekuensi lebih dari 3,2 juta kali transaksi.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik sepanjang perdagangan. Pelaku pasar mencermati perkembangan sektor teknologi global, konflik geopolitik Timur Tengah, serta kebijakan moneter Bank Indonesia.
Dari eksternal, bursa saham Asia bergerak bervariasi seiring penguatan saham sektor semikonduktor di berbagai negara. Sentimen positif muncul setelah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat mengisyaratkan investasi berkelanjutan pada infrastruktur kecerdasan buatan.
Menurut Pilarmas, kondisi tersebut mendorong optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan sektor teknologi. Perusahaan tersebut bergerak di bidang kecerdasan buatan serta industri semikonduktor yang terus berkembang.
Namun, penguatan pasar masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan.
Kondisi tersebut diperburuk keterlibatan kelompok Houthi yang mengklaim menargetkan dua kapal tanker Arab Saudi. Serangan tersebut terjadi di kawasan Laut Merah yang menjadi jalur pelayaran energi strategis dunia.
Pilarmas menilai meningkatnya konflik berpotensi mengganggu pasokan energi global sehingga mendorong kenaikan harga minyak dunia. Situasi tersebut juga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko inflasi yang memengaruhi arah kebijakan moneter global.
Sementara dari dalam negeri, pasar merespons keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil setelah BI sebelumnya menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 basis poin.
Kenaikan tersebut telah dilakukan Bank Indonesia secara bertahap sejak Mei 2026 untuk menjaga stabilitas ekonomi. Menurut Pilarmas, langkah Bank Indonesia menunjukkan bank sentral masih mengevaluasi dampak pengetatan kebijakan moneter nasional.
Evaluasi tersebut mencakup stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Bank Indonesia juga menilai inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran sehingga stabilitas makroekonomi masih terjaga.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Serta memperkuat kebijakan pendukung untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik aliran modal asing," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis, 23 Juli 2026.
Pilarmas menambahkan pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global maupun domestik sebagai penentu perdagangan berikutnya. Oleh karena itu, pergerakan IHSG diperkirakan tetap dipengaruhi dinamika eksternal serta respons investor terhadap kebijakan ekonomi dalam negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....