Jaga Stabilitas, BI Tahan Suku Bunga 5,5 Persen

  • 18 Jun 2025 15:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,5 persen pada Juni 2025. Suku bunga Deposit Facility juga tetap sebesar 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,25 persen.

Keputusan tersebut disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo, usai Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu. "Ini sejalan dengan tetap terjaganya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1 persen," katanya menegaskan.

Ditambahkannya bahwa penetapan tingkat suku bunga ini juga merupakan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya. "Ini juga sebagai upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Baca juga: Perang Iran-Israel Berlanjut, Rupiah Berisiko Makin Melemah

Baca jugaPergerakan IHSG Dibayangi Konflik dan Kebijakan Bank Sentral

Menurut Perry, BI akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga dengan mempertimbangkan tiga hal. Terdiri dari laju inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi.

"BI juga akan mengoptimalkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif," ujarnya. Terutama untuk mendorong pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan.

Demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, BI masih akan melakukan intervensi di pasar spot, domestik, maupun luar negeri. Strategi lainnya adalah operasi moneter promarket dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Nilai pembelian SBN tersebut mencapai Rp87,04 triliun. Sedangkan pembelian di pasar primer dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN),termasuk syariah, sebesar Rp37,29 triliun.

Strategi operasi moneter promarket juga ditujukan untuk meningkatkan efektivitas transmisi penurunan suku bunga terutama peningkatan penyaluran kredit. "Kemudian untuk menjaga kecukupan likuiditas, pendalaman pasar uang dan valuta asing, serta mendorong masuknya modal asing,” kata Perry.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....