Pernyataan BI Dorong Penguatan Rupiah, Meski Tipis

  • 29 Jul 2026 19:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,06 persen atau 10 poin ke posisi Rp18.073 per dolar AS
  • Dalam pernyataannya hari ini, BI menegaskan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat dengan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter
  • Pelaku pasar menantikan pengumuman hasil pertemuan the Fed terkait suku bunga kebijakan

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Rupiah berhasil menguat setelah Bank Indonesia (BI) merilis pernyataannya pada pagi hari.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,06 persen atau 10 poin ke posisi Rp18.073 per dolar AS. "BI menyatakan berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Rabu, 29 Juli 2026.

Dalam pernyataannya hari ini, BI menegaskan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat dengan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter. Upaya menstabilkan nilai tukar tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, tetapi juga instrumen lainnya untuk menarik modal asing.

Di antaranya Instrumen triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF). Termasuk instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.

Dari faktor eksternal, Ibrahim menyorot situasi Timur Tengah yang kembali memanas setelah beberapa hari ini ketegangan mereda. Iran menembakkan sejumlah rudal balistik ke fasilitas-fasilitas militer AS, namun AS mengklaim berhasil menangkal serangan itu.

"Ketegangan kembali meningkat setelah pasar sempat optimistis upaya diplomasi menunjukkan kemajuan," ucap Ibrahim. Meski pihak Iran membantah berniat melakukan negosiasi dengan AS.

Upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz, tambah Ibrahim, juga mengalami kebuntuan. Iran menolak usulan Oman mengenai pembentukan kerangka kerja bersama untuk pengaturan lalu lintas pelayaran di jalur perairan itu.

Pada saat yang sama, Arab Saudi mengklaim berhasil menangkal pesawat nirawak (drone) yang menargetkan fasilitas minyaknya. Klaim itu menunjukkan masih adanya ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Ibrahim juga mengatakan, pelaku pasar kemungkinan enggan untuk memasang taruhan agresif menjelang rilis hasil pertemuan the Fed. Hasil pertemuan tersebut baru dapat diketahui Kamis dinihari besok, apakah the Fed masih akan mempertahankan suku bunga atau menaikànnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....