Bank Sentral AS Pertahankan Suku Bunga sesuai Prakiraan Pasar
- 30 Jul 2026 08:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bank Sentral AS, The Fed, kembali mempertahankan tingkat suku bunga pada level 3,5-3,75 persen.
- Dasar penilaiannya adalah masih tingginya ketidakpastian global dan tingkat inflasi AS dii atas target 2 persen.
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, kembali mempertahankan suku bunga pada level 3,5-3,75 persen sesuai prakiraan pasar. Keputusan itu diambil setelah digelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari lalu.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, kembali menegaskan bank sentral tidak akan memberi petunjuk lagi terkait arah kebijakan suku bunga. Namun, bank sentral akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke kisaran target 2 persen.
“Yang terpenting kami mengamati bagaimana pasar bereaksi terhadap perkembangan yang terjadi,” ucapnya, Rabu 29 Juli 2026 waktu setempat. Sikap Warsh meredakan keyakinan pasar akan potensi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini.
The Fed menilai ketidakpastian global masih tinggi dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah. Aktivitas ekonomi di AS masih solid, tetapi inflasi masih di atas kisaran target 2 persen.
Pada pengambilan keputusan kali ini terjadi perbedaan pendapat antara pejabat The Fed. Sebanyak sembilan suara setuju untuk mempertahankan suku bunga dan tiga suara tidak setuju.
Mereka yang tidak setuju memilih untuk memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga. Pertimbangannya adalah volatilitas harga minyak yang dianggap telah mempersulit tugas bank sentral.
Harga minyak mentah berfluktuatif akibat gejolak geopolitik, sehingga memicu kenaikan harga energi. Tidak terkecuali di AS, yang menyebabkan inflasi melonjak sehingga the Fed kembali mempertahankan suku bunganya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....