IHSG Menguat di Tengah Tertekannya Bursa Asia

  • 17 Jun 2025 20:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menguat (rebound) sepanjang hari ini. Sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,54 persen atau 38 poin ke level 7.155,85.

Data RTI Business menyebutkan, IHSG naik meski sebanyak 309 saham harganya turun. Sedangkan 209 saham stagnan dan hanya 289 saham yang harganya naik.

“Tetapi Indeks LQ45 yang berisi saham unggulan, hari bergerak menguat. Saham–saham yang mendominasi penguatan diantaranya AMMN, ANTM, BBTN, KLBF, CTRA,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Selasa (17/6/2025).

Baca Juga:

Rupiah Turun 24 Poin karena Sentimen Negatif Pasar

Konflik Geopolitik Guncangkan Harga Emas dan Minyak Mentah

Saham yang paling kuat naiknya adalah saham-saham sektor transportasi dan logistik (2,55 persen). Sedangkan saham yang turun paling dalam adalah saham-saham industrial (-1,01 persen).

Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 18,83 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdangngan sebanyak 1.224.653 kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp11,93 triliun dan nilai kapitalisasi pasar menjadi Rp12.533 triliun.

IHSG menguat ditengah tertekannya sebagian besar bursa saham di kawasan Asia. Rencana kelompok negara G7 memperkuat rantai pasok mineral penting memicu pelemahan bursa saham di Asia.

Menurut Tim Pilarmas, rencana itu dilakukan untuk merespons pembatasan ekspor dari Tiongkok. Sentimen pasar Asia hari ini juga dipengaruhi oleh keputusan Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuannya sebesar 0,5 persen.

“Keputusan ini menegaskan sikap hati-hati bank sentral di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Termasuk kondisi ketidakpastian yang berlanjut akibat kebijakan tarif Trump,” ucap Tim Pilarmas.

Risiko geopolitik juga masih membayangi sentimen para investor setelah Presiden Trump menyerukan evakuasi total ibukota Iran, Tehran. Pekan ini, tambah Tim Pilarmas, investor menantikan keputusan kebijakan suku bunga The Fed dan bank sentral Tiongkok (PBoC).


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....