Konflik Geopolitik Guncangkan Harga Emas dan Minyak Mentah
- 17 Jun 2025 13:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan mencapai level tertinggi pada USD3.500-USD3.700 per troy ons. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut tiga hal yang berpotensi memicu harga emas dunia hinggamencapai puncaknya.
"Pertama, konflik geopolitik yang makin memanas di Timur Tengah setelah serangan balasan Iran ke Israel," ujarnya, Selasa (17/6/2025). Ini ditambah masih berlanjutnya konflik geopolitik di Eropa antara Ukraina dan Rusia.
Hal kedua adalah perang dagang akibat kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Menurut Ibrahim, yang dikhawatirkan investor sekarang bukan lagi perang dagang antara AS dan Tiongkok, Eropa, Kanada, serta Meksiko.
Baca juga: Indeks Harga Saham Diperkirakan Terkoreksi Hari Ini
Baca juga: Pasar Pantau Perang Israel-Iran, Rupiah Konsolidasi
"Kebijakan Trump yang akan menerapkan tarif impor sepihak inilah yang justru membuat khawatir," ucapnya. Ini mengakibatkan harga emas dunia terus melonjak karena investor mengalihkan investasinya ke sana sebagai aset yang aman.
Faktor pemicu kenaikan harga emas berikutnya adalah gesekan antara Presiden Trump dan Bank Sentral AS (The Fed). Menurut Ibrahim, ini akan mempengaruhi sentimen investor meski Trump menyatakan tidak akan mencopot Ketua The Fed.
Gesekan antara keduanya dipicu keinginan Trump agar The Fed segera memangkas suku bunga. Sementara The Fed masih mempertahankan tingkat suku bunga karena mempertimbangkan laju inflasi yang dianggap masih tinggi.
Dipantau dari laman goldprice.org, harga emas dunia pada Selasa (17/6/2025) mencapai USD3.388 per troy ons. Ini berarti turun tipis 0,24 persen dibandingkan sehari sebelumnya.
Di pasar domestik, menurut laman logammulia.com, pada hari yang sama harga emas Antam mencapai Rp1.950.000 per gram. Ini berarti turun sekitar Rp18.000 dibandingkan Senin (16/6/2025).
Sementara itu, harga minyak dunia yang sempat melambung pasca-serangan balasan Iran ke Israel juga turun. Bahkan penurunannya cukup signifikan dari USD77 per barel menjadi USD71,77 per barel
Penurunan harga minyak mentah ditopang optimisme pasar bahwa konflik Israel-Iran tidak akan meluas. Selain itu, produsen minyak utama Arab Saudi dan OPEC kemungkinan akan turun tangan menstabilkan harga jika diperlukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....