Rupiah Turun 24 Poin karena Sentimen Negatif Pasar

  • 17 Jun 2025 18:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sentimen negatif pasar menyebabkan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (17/6/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,15 persen atau 24 poin menjadi Rp16.289 per dolar AS.

Sentimen negatif pasar dipicu pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait perang Israel-Iran. "Pernyataan Trump yang memerintakan evakuasi ibu kota Iran, Tehran, memicu kekhawatiran pasar," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.

Pernyataan Trump menunjukkan campur tangan AS dalam perang antara Israel dan Iran, meski hal itu dibantah Gedung Putih. Selain konflik geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed yang akan diumumkan Rabu (18/6/2025) juga memicu kegelisahan pasar.

Baca juga: Pasar Pantau Perang Israel-Iran, Rupiah Konsolidasi

Baca juga: Konflik Geopolitik Guncangkan Harga Emas dan Minyak Mentah

Sejumlah bank sentral dunia juga akan melaksanakan pertemuan rutin untuk mengumumkan kebijakan suku bungannya. Misalnya Bank of Japan, Bank National Swiss, Bank of England, dan Bank Rakyat Tiongkok.

Pasar memprediksi Bank of Japan akan mempertahankan suku bunganya sebesar 0,5 persen. "Namun investor mewaspadai potensi hawkish (ketat) Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, karena meningkatnya inflasi Jepang," ucap Ibrahim.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan kebijakan suku bunganya pada Rabu (17/6/2025). Menurut dia, peluang BI memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sangat kecil karena sejumlah faktor.

"Misalnya tensi geopolitik dan perang Israel-Iran," ujarnya. Selain itu, BI baru saja memangkas suku bunga pada Mei 2025 sehingga peluang menurunkan kembali menjadi terbatas.

Sementara The Fed diperkirakan akan menunda pemangkasan suku bunga acuannya bulan ini. "Sehingga pasar mempertimbangkan untuk mengalihkan perhatian pada stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi," kata Ibrahim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....