IHSG Dibuka Naik di Tengah Perang Israel-Iran
- 16 Jun 2025 11:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau menguat pada awal perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) naik 0,46 persen ke level 7.158,90.
"Namun pergerakan IHSG menanti katalis penggerak. IHSG masih berada dalam tren naik, meski terlihat mulai kehilangan momentum," kata Tim Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Senin (16/6/2025).
Baca Juga:
Perdagangan Lesu, IHSG Ditutup Turun ke Zona Merah
Investor Risk Off, Rupiah Ditutup Turun 61 Poin
Tim Mirae mencermati eskalasi mendadak antara Iran dan Israel, yang menyebabkan pasar saham Amerika Serikat mengalami penurunan tajam. Dow Jones Industrial Average turun 1,8 persen dan S&P 500 melemah 1,1 persen.
Gejolak pasar ini dipicu oleh operasi militer besar-besaran Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Iran. "Seperti biasanya saat terjadi ketegangan di Timur Tengah, harga minyak melonjak tajam," ucap Tim Mirae.
Harga minyak mentah Brent naik 7,3 persen ke USD73 per barel. Permintaan terhadap aset safe haven juga meningkat, mendorong harga emas naik 1,4 persen ke USD3.432 per troy ons.
Tim Mirae memperkirakan volatilitas jangka pendek hingga menengah akan tetap tinggi. Harga energi dan permintaan aset safe haven yang kemungkinan juga tetap meningkat.
Kondisi ini berpotensi memicu arus keluar dana asing yang signifikan dari pasar saham Indonesia. Terutama pada saham-saham yang banyak dimiliki investor asing seperti BMRI dan BBRI.
"Kami merekomendasikan sikap hati-hati terhadap saham Indonesia, dengan preferensi pada saham-saham terkait minyak dan emas. Seperti saham MEDC, ANTM, dan MDKA," ujar Tim Mirae.
Beberapa faktor kunci yang perlu dipantau antara lain serangan lanjutan Israel ke infrastruktur nuklir atau minyak Iran. Serta potensi balasan Iran yang menargetkan Selat Hormuz, serta kemungkinan dimulainya kembali negosiasi nuklir atau upaya de-eskalasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....