Perdagangan Lesu, IHSG Ditutup Turun ke Zona Merah
- 13 Jun 2025 19:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona merah sepanjang Jumat (13/6/2025) ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup turun 0,53 persen atau 38 poin ke level 7.166.
Hari ini sebanyak 383 saham mengalami penurunan harga, 323 saham stagnan, dan hanya 254 saham yang naik. Saham-saham unggulan dalam Indeks LQ45 juga bergerak melemah, seperti saham ADRO, GOTO, PGEO, UNVR dan MAPA.
“Saham sektor finansial, teknologi dan barang primer (non siklikal) turun paling dalam dan mendorong pelemahan IHSG. Masing-masing turun -7,28 poin, -4,96 poin dan -4,13 poin,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Jumat.
Baca Juga:
Serangan Israel ke Iran, Jadi Sentimen Negatif Rupiah
Investor Risk Off, Rupiah Ditutup Turun 61 Poin
Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 24,83 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.365.000 kali transaksi. Total Nilai perdagangan sebesar Rp15,19 triliun dan kapitalisasi pasar modal menjadi Rp12.495 triliun.
“Sementara itu, rilis Bank Indonesia menyebutkan penjualan eceran menyusut 0,3 persen secara tahunan di bulan April. Ini merupakan penurunan penjualan eceran pertama sejak bulan April 2024,” ujar Tim Phillip Sekuritas.
Hari ini, indeks saham di kawasan Asia juga ditutup melemah akibar serangan Israel ke Iran. Serangan itu mengguncang investor dan memicu peralihan ke aset yang dianggap aman seperti emas dan mata uang franc Swiss.
Selain itu, harga minyak mentah juga sempat melonjak hingga 14 persen. Sementara, harga emas naik hingga USD3.444 per ons, mendekati rekor tertinggi USD3.500 di bulan April.
“Eskalasi konflik di Timur Tengah menambah ketidakpastian baru bagi pasar keuangan. Sementara, tekanan ekonomi global juga masih tinggi akibat kebijakan perdagangan Presiden Trump,” ucap Tim Phillip Sekuritas.
Minggu depan, sejumlah bank sentral besar akan melakukan pertemuan untuk menentukan kebijakan. Di antaranya The Fed, Bank of England, Bank of Japan, Swiss National Bank, dan Bank Sentral Swedia (Riksbank).
“Bank-bank sentral tersebut kemungkinan akan mengakui meningkatnya ketidakpastian. Namun, (mereka-red) cenderung mengabaikan dampak kenaikan harga minyak mentah dari serangan Israel hari ini,” kata Tim Phillip Sekuritas menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....